GEKRAFS Desak Pemerintah Aceh Segera Bentuk Dinas Ekonomi Kreatif

Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Provinsi Aceh, Sunnyl Iqbal.

KOALISI.co - Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Provinsi Aceh, Sunnyl Iqbal, mendorong Pemerintah Aceh untuk segera merealisasikan perubahan nomenklatur Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif.

Sunnyl menjelaskan, perubahan nomenklatur tersebut sudah menjadi wacana yang disepakati bersama oleh Pemerintah Aceh. Namun, langkah itu harus segera diwujudkan agar pengelolaan sektor ekonomi kreatif memiliki legitimasi yang kuat. Pernyataan ini disampaikannya dalam keterangan pers di Banda Aceh, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, pembentukan struktur organisasi tata kerja (SOTK) yang membidangi ekonomi kreatif di daerah sudah sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Ekonomi Kreatif.

Baca Juga: Gubernur Aceh: GEKRAFS Aceh Harus Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Menuju Indonesia Emas

“Penambahan nomenklatur ini penting dan strategis. Tujuannya agar pengelolaan sektor ekonomi kreatif di Aceh punya dasar hukum yang jelas. Dengan begitu, pelaku ekonomi kreatif bisa maju dan berkembang lebih pesat,” kata Sunnyl.

Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor prioritas yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Aceh. Dengan adanya dinas khusus, pengembangan ekonomi kreatif dapat dilakukan secara lebih optimal.

“Perubahan ini penting supaya ekonomi kreatif di Aceh tidak hanya menjadi pelengkap, tapi benar-benar mendapat perhatian kelembagaan yang memadai,” tegasnya.

Baca Juga: Gubernur dan DPR Aceh Sahkan APBA Perubahan 2025

Sunnyl juga mengungkapkan, sejumlah provinsi lain sudah lebih dulu mengambil langkah serupa, seperti Lampung, Gorontalo, dan Jawa Timur.

Ia menekankan bahwa Aceh termasuk dalam daerah prioritas pengembangan ekonomi kreatif berdasarkan keputusan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harysa. Karena itu, Aceh harus memanfaatkan momentum ini dengan membentuk dinas khusus yang menangani sektor tersebut.

“Kita berharap ada struktur kelembagaan yang mampu mendukung percepatan pembangunan dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai kekuatan ekonomi baru bagi Aceh,” pungkas Sunnyl.

Komentar

Loading...