Brigjen Ali Imran Raih Gelar Magister Manajemen di Unimal, Jadi Wakil Wisudawan Angkatan ke-39

Danrem 011/Lilawangsa Brigjen Ali Imran saat menyampaikan sambutan wisudawan Unimal — meraih gelar Magister Manajemen.

KOALISI.co – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa sekaligus Danrindam Iskandar Muda, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Ali Imran, resmi meraih gelar Magister Manajemen dari Universitas Malikussaleh (Unimal).

Ali Imran menjadi salah satu tokoh yang mengikuti prosesi Wisuda Angkatan ke-39 Unimal yang digelar selama dua hari, 29–30 September 2026, di Auditorium Tgk A Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.

Dalam prosesi wisuda tersebut, Ali Imran dipercaya mewakili para wisudawan untuk menyampaikan sambutan. Di hadapan civitas akademika dan para lulusan, ia menyampaikan refleksi mengenai perjuangan menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai perwira TNI.

Baca juga: Universitas Malikussaleh Wisuda 1.247 Lulusan, 429 Raih Predikat Cumlaude

Menurut Ali Imran, wisuda bukan sekadar seremoni untuk menerima ijazah dan mengenakan toga. Lebih dari itu, wisuda merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, tantangan, kesibukan, hingga keraguan yang harus dilewati untuk mencapai garis akhir pendidikan.

“Hari ini merupakan momentum penting bagi kita semua. Bukan hanya tentang selembar ijazah atau toga yang kita kenakan, tetapi juga tentang sejuta kisah perjuangan panjang yang dilalui tanpa lelah, tugas-tugas yang seolah tak kunjung usai, skeptisme, hingga saat ketika kita ingin menyerah tetapi memilih untuk bertahan,” kata Ali Imran, Selasa (29/9/2026).

Ia mengaku memiliki refleksi tersendiri karena dapat berdiri sebagai seorang perwira TNI Angkatan Darat sekaligus sebagai wisudawan.

Baca juga: Tiga Tahun Nunggak, DPRK Aceh Utara Minta PEMA dan PGE Lunasi PI 10 Persen

Menjalani pendidikan magister di tengah tanggung jawab sebagai Danrem, menurutnya, bukan perkara mudah. Ia harus membagi waktu antara tugas kedinasan, tanggung jawab kepemimpinan di lapangan, serta kewajiban akademik.

“Menuntut ilmu bukanlah sekadar mengejar gelar akademis, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral dan profesional untuk terus mengasah kemampuan berpikir, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

Ali Imran menyebut pengalaman menempuh pendidikan di tengah kesibukan dinas menjadi pembelajaran tersendiri. Berbagai tantangan yang dihadapi justru menunjukkan bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia, jabatan maupun kesibukan.

Baca juga: Azhari Cage Resmi Sandang Gelar Magister Administrasi Publik di Unimal

“Menuntut ilmu sejati tidak pernah mengenal batas usia, jabatan, maupun kesibukan,” tegasnya.

Di hadapan para wisudawan dan wisudawati, Ali Imran juga mengingatkan pentingnya mempertahankan semangat belajar serta terus meningkatkan kapasitas diri.

Menurutnya, perkembangan zaman yang berlangsung cepat membuat setiap individu perlu memiliki pengetahuan yang memadai, kemampuan berpikir kritis, serta wawasan yang luas.

Baca juga: Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab, Sejumlah Pejabat dan Kapolsek Berganti

“Di era yang penuh kompleksitas dan perubahan yang sangat cepat, kita harus dibekali ilmu pengetahuan, logika pemikiran yang tajam, serta wawasan yang luas agar mampu menjawab tantangan dunia yang semakin dinamis,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen dan civitas akademika Unimal yang telah memberikan ilmu, bimbingan, serta pendampingan selama proses pendidikan.

Menurut Ali Imran, pendidikan tidak hanya memberikan pemahaman akademik, tetapi juga membentuk pola pikir, karakter dan mentalitas mahasiswa.

Baca juga: Pemda Aceh Utara Buka Pendaftaran PAW Anggota Baitul Mal 

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada keluarga dan orang tua para wisudawan yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan.

“Pencapaian hari ini adalah milik Anda sekalian. Senyum dan kebanggaan di wajah Anda hari ini adalah hadiah terbesar bagi perjuangan kami semua,” ucapnya.

Ali Imran berpesan kepada seluruh wisudawan agar keberhasilan memperoleh gelar akademik tidak dipandang sebagai akhir perjalanan. Sebaliknya, gelar tersebut harus menjadi awal untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga: Aceh Raih Peringkat 4 Nasional MTQ Nasional 2026

“Kita belajar bahwa keberhasilan tidak diukur dari seberapa cepat kita sampai, melainkan seberapa tangguh kita bangkit dan bertahan setiap kali terjatuh. Gelar yang kita raih hari ini bukanlah titik akhir, melainkan titik awal untuk melangkah menjadi lebih baik,” pesannya.

Menutup sambutannya, Ali Imran berharap ilmu yang diperoleh seluruh wisudawan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Bagi dirinya, pendidikan Magister Manajemen yang ditempuh di Unimal diharapkan dapat semakin memperkuat kapasitas dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada TNI, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga: Menuju Rektor Baru, Senat Unimal Bentuk Panitia Pemilihan

Ia pun mengajak seluruh wisudawan menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk melanjutkan pengabdian serta menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Komentar

Loading...