1. Beranda
  2. News

Banjir Kembali Rendam Lhoksukon Aceh Utara

Oleh ,

KOALISI.co – Banjir kembali merendam sejumlah gampong di Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, sejak Minggu malam (10/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Bencana tersebut diduga akibat meluapnya Sungai Krueng Peuto (anak sungai Krueng Keureuto) setelah tingginya intensitas hujan yang mengguyur Aceh Utara dan kawasan hulu Bener Meriah.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, melalui Kasi Humas AKP Bambang, menyampaikan bahwa ketinggian air di sejumlah titik berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.

Baca Juga: Polres Lhokseumawe Salurkan Bantuan Banjir Door to Door di Aceh Utara

“Luapan air Sungai Krueng Peuto menggenangi rumah warga serta sebagian area persawahan. Kondisi ini dipicu tanggul yang sebelumnya jebol dan hingga kini belum diperbaiki,” ujar AKP Bambang.

Adapun sejumlah gampong yang terdampak banjir meliputi Gampong Kumbang, Gampong Dayah, Gampong Meunasah Krueng, dan Gampong Gelumpang.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi dua fasilitas pendidikan, yakni SMP Negeri 4 Lhoksukon dan SD Negeri 9 Lhoksukon.

Baca Juga: Puskesmas di Aceh Utara Terima Bantuan Ambulans Baru Pascabanjir

Meski banjir merendam sejumlah wilayah, aktivitas masyarakat dilaporkan masih berjalan normal dan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi.

Personel Polsek Lhoksukon bersama Bhabinkamtibmas terus melakukan pemantauan di lapangan serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan meningkatnya debit air.

Menurut AKP Bambang, tingginya curah hujan di kawasan pegunungan Kabupaten Bener Meriah menjadi faktor utama meningkatnya debit Sungai Krueng Peuto secara drastis.

Baca Juga: Bangkit Pascabanjir, 396 KK di Sawang Aceh Utara Dapat Bantuan Perbaikan Rumah

Selain itu, kondisi bantaran sungai yang semakin dangkal turut memperparah luapan air ke kawasan permukiman.

Ia menegaskan perlunya langkah penanganan jangka panjang, seperti normalisasi aliran Sungai Krueng Peuto dan perbaikan tanggul yang jebol, guna meminimalisir potensi banjir serupa di masa mendatang.

“Perlu adanya normalisasi di sepanjang aliran Sungai Krueng Peuto serta perbaikan tanggul yang jebol agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang,” pungkasnya.

Baca Juga