Bank Indonesia Bawa 47 UMKM Aceh ke KKI 2026, Transaksi Tembus Rp1 Miliar
UMKM Aceh Jadi Bagian Penting KKI 2026
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh terus mendorong UMKM sebagai salah satu kekuatan utama perekonomian daerah. Hingga saat ini, Bank Indonesia Aceh telah membina sekitar 200 UMKM binaan dan mitra yang bergerak di berbagai sektor unggulan, mulai dari wastra, fesyen, kriya, hingga makanan dan minuman.
"UMKM binaan tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian Aceh melalui penciptaan lapangan kerja, tetapi juga telah mampu menembus pasar ekspor ke sejumlah negara," kata Plh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan.
Melalui program pendampingan yang mencakup peningkatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta percepatan digitalisasi, Bank Indonesia Aceh terus mendorong UMKM lokal agar semakin siap menghadapi persaingan di pasar domestik maupun internasional.
Baca Juga: AMANAH dan Bank Indonesia Aceh Perkuat Kolaborasi Dorong Ekonomi Kreatif dan UMKM Generasi Muda
Berbagai program unggulan juga dilakukan untuk mempersiapkan UMKM Aceh agar mampu lolos kurasi dan tampil dalam KKI 2026. Program tersebut antara lain Aceh Meusahe – Meriahkan UMKM dengan Harga Spesial, Citra Nusa dan Cangkir Barista, serta Program Unggulan WUBI UMKM Aceh Digdaya 2026.
"Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha sekaligus menghadirkan representasi kekayaan budaya Aceh melalui produk-produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan daya saing," ujar Hertha Bastiawan.
Pada penyelenggaraan KKI 2026, Bank Indonesia Aceh berhasil membawa 47 UMKM dari Provinsi Aceh untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.Para pelaku UMKM membawa beragam produk unggulan berbasis kekayaan lokal Aceh, di antaranya Tenun Kutaradja, Mutiara Songket, dan Surita Bordir.
Keikutsertaan tersebut menjadi peluang bagi UMKM Aceh untuk memperkenalkan produk dan budaya daerah kepada pasar yang lebih luas. Selain memamerkan produk, para pelaku usaha juga memperoleh kesempatan membangun jejaring bisnis serta mengikuti business matching dengan pelaku usaha dan calon pembeli dari berbagai daerah maupun negara.
Pada hari pertama KKI 2026, UMKM asal Aceh mencatatkan transaksi penjualan lebih dari Rp1 miliar melalui penjualan online dan offline.
Pencapaian tersebut menunjukkan tingginya potensi produk kreatif Aceh sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha.

