1. Beranda
  2. Ekonomi

Bank Indonesia Bawa 47 UMKM Aceh ke KKI 2026, Transaksi Tembus Rp1 Miliar

Oleh ,

KOALISI.co - Keikutsertaan 47 UMKM Aceh dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah ke tingkat nasional dan global. Pada hari pertama pelaksanaan, transaksi UMKM Aceh tercatat telah menembus lebih dari Rp1 miliar melalui penjualan secara daring maupun luring.

Bank Indonesia (BI) menggelar KKI 2026 pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

KKI 2026 mengangkat semangat “BeudayaMeusareSare” yang berasal dari Aceh dan memiliki makna berdaya bersama-sama. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM agar mampu bangkit, khususnya di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang turut terdampak bencana alam.

Baca Juga: Bank Indonesia Hadirkan 47 UMKM Aceh di KKI 2026, ‘Beudaya Meusare Sare’ Jadi Tema

Gelaran tersebut dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Selvi Gibran Rakabuming.

Sejumlah pejabat negara dan pimpinan lembaga turut hadir, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 dilaksanakan melalui sinergi Bank Indonesia bersama 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis.

Baca Juga: Bank Indonesia Aceh Gandeng Solusi Bangun Andalas Kelola Limbah Uang Rupiah Jadi Energi Ramah Lingkungan

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya saing UMKM melalui peningkatan akses pembiayaan, digitalisasi, inovasi, hingga perluasan pasar. KKI 2026 juga dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan kementerian dan lembaga, asosiasi, perbankan, serta pelaku usaha.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti mengatakan bahwa penguatan UMKM ke depan diarahkan pada tiga aspek utama, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.

Baca Juga