BI Aceh Latih Petani Aceh Jaya Budidaya Cabai Ramah Lingkungan untuk Kendalikan Inflasi
“Harga cabai merah sering mengalami fluktuasi tinggi akibat pasokan yang tidak stabil. Melalui pelatihan ini, kami ingin memperkuat kapasitas petani agar mampu meningkatkan produksi dan menjaga kestabilan harga di pasar,” ujarnya.
Hertha menjelaskan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen BI dalam mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menekan inflasi pangan.
“Kami terus berupaya memperkuat sinergi antara BI, TPID, pemerintah daerah, dan petani agar program pengendalian inflasi dapat berjalan efektif dari hulu hingga hilir,” tambahnya.
Baca Juga: Meuseuraya Festival 2025 Resmi Ditutup, BI Aceh Banggakan Capaian Rp2,5 Miliar Transaksi UMKM
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Jaya, Jhoni Saputra, mengapresiasi langkah BI Aceh yang konsisten hadir mendampingi petani di lapangan.
“Kami berterima kasih kepada BI Aceh yang telah memberikan pelatihan langsung kepada petani Aceh Jaya. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas dan mendukung kemandirian pangan daerah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan komitmen kerja sama antara PT Rayeuk Aceh Utama (Capli) dan kelompok tani cabai Aceh Jaya. Kerja sama ini bertujuan memperkuat hilirisasi dan pemasaran hasil pertanian, agar petani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memiliki akses pasar yang berkelanjutan.
Bank Indonesia Aceh menegaskan akan terus mendukung petani melalui program pendampingan dan pelatihan berbasis teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian lokal.
“Kami berharap program seperti ini dapat menciptakan petani modern yang mandiri, berdaya saing, dan ikut menjaga stabilitas harga pangan di Aceh,” tutup Hertha Bastiawan.

