1. Beranda
  2. News

Cahaya Harapan untuk Durnawati: Rumah Gelap Bertahun-Tahun Kini Terang Berkat Program PLN

Oleh ,

KOALISI.co - Di balik sunyinya Desa Blang Dalam Genteng, Kecamatan Nisam, hidup seorang ibu bernama Durnawati Yusuf (56) bersama anaknya yang selama bertahun-tahun bertahan dalam kegelapan. Bukan karena pilihan, melainkan karena keterbatasan ekonomi yang membuat mereka hanya mengandalkan cahaya pelita seadanya.

Setiap malam, anak Durnawati berusaha belajar di bawah penerangan yang sangat terbatas. Sementara sang ibu, yang menggantungkan hidupnya pada kesederhanaan, hanya bisa memeluk sang anak seraya berdoa, “Insya Allah, suatu hari nanti kita juga akan punya listrik.”

Harapan itu akhirnya menjadi nyata. Melalui program sosial Light Up The Dream (LUTD) yang diinisiasi PLN sejak tahun 2020, Durnawati menjadi satu dari empat warga prasejahtera di Kabupaten Aceh Utara yang mendapatkan sambungan listrik secara gratis dari PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Krueng Geukuh.

Baca Juga: PLN Dukung Ketersediaan Air Bersih melalui Penyambungan Listrik ke PT Toya Perdana Lhokseumawe

Dalam suasana haru di depan rumah sederhana berdaun rumbia, air mata bahagia mengalir saat listrik mulai mengalir ke rumah mereka. Lampu menyala untuk pertama kalinya. Sang anak menatap takjub melihat rumahnya yang kini terang, bukan karena pinjaman dari tetangga atau cahaya minyak, tetapi karena listrik milik sendiri.

"Alhamdulillah, setelah sekian lama kami hidup dalam gelap, akhirnya rumah ini terang juga. Anak saya bisa belajar dengan layak, kami tak lagi bergantung pada lampu minyak. Terima kasih kepada PLN dan semua pihak yang telah peduli," ujar Durnawati dengan penuh syukur.

Manager PLN ULP Krueng Geukuh, Zul Fahmi Dhuha, yang turut menyaksikan momen tersebut mengatakan bahwa listrik adalah hak dasar setiap warga.

Baca Juga: PLN Dukung Wirausaha Santri RCI Aceh, Salurkan Modal dan Peralatan Usaha

“Kami percaya bahwa listrik bukan hanya kebutuhan, melainkan hak dasar masyarakat. Melalui Light Up The Dream, kami ingin menjangkau masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan menghadirkan harapan baru dalam kehidupan mereka,” ungkapnya.

Selain Durnawati, tiga warga lainnya juga turut merasakan manfaat dari program ini:

Seluruh biaya instalasi, material, hingga penyambungan ke jaringan utama ditanggung penuh oleh PLN, melalui gotong royong pegawainya yang menyisihkan sebagian gaji untuk mendukung program LUTD.

General Manager PLN UID Aceh, Mundhakir, menegaskan bahwa misi PLN tidak hanya soal bisnis kelistrikan semata.

“Program Light Up The Dream adalah wujud nyata semangat PLN Peduli. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal dari akses listrik. Lewat semangat gotong royong pegawai, PLN berkomitmen menerangi negeri hingga ke pelosok,” ujarnya.

Kini, malam-malam di rumah Durnawati tak lagi diselimuti kegelapan. Ada cahaya yang menyala, membawa harapan dan masa depan yang lebih baik untuk anaknya. Program LUTD bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi juga martabat dan keyakinan bahwa setiap warga berhak memiliki hidup yang lebih terang.

PLN UID Aceh berharap inisiatif ini dapat terus diperluas agar semakin banyak masyarakat Aceh yang merasakan manfaatnya. Karena di setiap rumah yang gelap, masih tersimpan ruang yang menunggu cahaya harapan.

Baca Juga