Cerita Fitri Guru PPPK di Cot Girek, Rumahnya Rusak Tertimpa Pohon
KOALISI.co – Musibah angin kencang yang melanda Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (4/6/2026), menyisakan duka bagi puluhan warga.
Puluhan rumah mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang disertai hujan deras dan petir.
Di antara para korban, terdapat seorang guru yang selama bertahun-tahun mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan.
Baca Juga: 40 Rumah di Cot Girek Rusak Akibat Angin Kencang
Fitri Rahmadayani (35), guru di SD Negeri 8 Cot Girek, menjadi salah satu warga yang terdampak cukup parah.
Rumah yang selama ini ditempatinya bersama suami dan dua anak mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon yang tumbang akibat terjangan angin kencang.
Perempuan yang baru saja ditetapkan sebagai Guru PPPK Paruh Waktu itu mengaku tidak pernah menyangka musibah tersebut akan menimanya.
Baca Juga: Angin Kencang Hantam Cot Girek Aceh Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Listrik Padam
Setelah 15 tahun mengabdi sebagai pendidik, kini ia harus menghadapi kenyataan pahit ketika tempat tinggal keluarganya rusak berat.
Fitri dan keluarganya menempati sebuah rumah sederhana berkontruksi kayu di Dusun Gedubang, Desa Cot Girek.
Rumah itu menjadi tempat berlindung bagi keluarga kecilnya yang selama ini hidup dengan penghasilan sederhana.
Baca Juga: Update: Angin Kencang Rusak 58 Huntara di Langkahan Aceh Utara
Suaminya bekerja sebagai buruh panen kelapa sawit di kebun milik masyarakat, yang menjadi sumber utama nafkah keluarga.
Saat ditemui di kediamannya pada Jumat (5/6), Fitri tampak masih terpukul. Dengan suara lirih dan sesekali menahan tangis, ia menceritakan kembali detik-detik ketika musibah itu terjadi.
"Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah sekitar pukul 15.00 WIB. Awalnya saya pikir hanya angin biasa," kata Fitri kepada KOALISI.co.
Baca Juga: Angin Kencang, 35 Huntara di Langkahan Aceh Utara Rusak
Tidak lama kemudian hujan turun disertai petir. Ternyata, cerita Fitri, angin semakin kencang hingga membelah batang pohon dan mengarah ke bagian dapur rumah saya.
Melihat kondisi yang semakin berbahaya, Fitri segera berlari ke bagian depan rumah bersama kedua anaknya untuk menyelamatkan diri.
Saat itu suaminya sedang bekerja sehingga ia harus menghadapi situasi darurat tersebut seorang diri.
Baca Juga: Angin Puting Beliung Terjang Bener Meriah, Dua Rumah Warga Rusak
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerusakan yang ditimbulkan cukup berat.
Sebagian rumah mengalami kerusakan setelah tertimpa batang pohon yang tumbang.
Di tengah kesedihannya, Fitri berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah yang kini tidak lagi aman untuk ditempati.
Baca Juga: Harga TBS di Cot Girek Capai Rp2.810/Kg, Buah Lokal Dihargai Lebih Tinggi
"Saya belum tahu berapa besar kerugiannya. Saya berharap ada bantuan. Rumah yang saya tempati ini juga numpang jatah milik sekolah, dan sekarang sudah rusak berat," ujarnya.
Sementara itu, Geuchik Cot Girek, Iskandar, mengatakan bahwa pemerintah desa telah mendata seluruh warga yang terdampak bencana dan menyampaikan laporan tersebut kepada pemerintah terkait untuk ditindaklanjuti.
"Semoga masyarakat yang terkena musibah diberi kesabaran dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Data Fitri beserta korban lainnya sudah kami sampaikan kepada pemerintah," pungkas Iskandar.

