Cuaca Ekstrem di Aceh Besar: Rumah Rusak, Atap Warkop Terbang, Pohon Sawit Terbakar
KOALISI.co - Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan kebakaran kembali melanda Kabupaten Aceh Besar pada Kamis (25/9/2025). Sejumlah bangunan warga di Kecamatan Montasik mengalami kerusakan, sementara kebakaran pohon sawit terjadi di kawasan Baitussalam.
Menurut keterangan Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, melalui petugas Pusdalops, Iqbal, peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 13.10 WIB di Simpang Gampong Reudeup, Kecamatan Montasik.
“Angin kencang membuat atap dapur rumah milik Rusli (50) terhempas. Selain itu, kios pangkas rambut milik Fazlul Rizal ikut terbalik dan mengalami rusak berat. Saat kejadian, kios dalam kondisi tutup sehingga tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Baca Juga: Lahan Terbakar Dekat Tol Indrapuri, Api Cepat Menjalar ke Jalan Raya
Setelah mendapat laporan, tim BPBD Aceh Besar segera melakukan pendataan bersama petugas PLN yang juga memperbaiki jaringan listrik karena kios menimpa kabel. Proses pendataan selesai pada pukul 14.30 WIB.
Tidak lama berselang, angin kencang kembali menerjang Gampong Weu Lhok, Kecamatan Montasik, sekitar pukul 14.50 WIB. Kali ini, sebuah warung kopi milik Bustami (42) yang disewa oleh Munzat (32) mengalami kerusakan sedang setelah atapnya terbang terbawa angin.
“Kejadian berlangsung cepat. Atap warung terangkat ke udara lalu jatuh di area persawahan. Saat itu ada warga yang sedang berada di warung, mereka sempat kaget namun berhasil menyelamatkan diri ke sudut bangunan,” kata Iqbal menambahkan.
Baca Juga: Mobil Pick Up Terbakar di SPBU Alue Glong Aceh Besar, Dua Orang Alami Luka Bakar
Tim Pusdalops BPBD Aceh Besar langsung turun untuk melakukan pendataan kerusakan, yang selesai sekitar pukul 15.10 WIB.
Sementara itu, pada pukul 13.55 WIB kebakaran pohon sawit terjadi di halaman SMP Negeri 1 Baitussalam, Gampong Pola Yasa Kajhu. Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh Kepala Sekolah, Bakhtiar (54).
“Api sempat membesar akibat cuaca panas terik dan hampir menyambar ruang kelas. Kebakaran diduga dipicu pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan,” jelas Iqbal.
Damkar BPBD Aceh Besar Pos Kajhu mengerahkan satu unit armada, dibantu satu armada dari Pos Durung dengan total enam personel. Api berhasil dipadamkan dan pendinginan selesai pada pukul 14.28 WIB. Proses pemadaman juga mendapat dukungan Polri, TNI, serta dewan guru sekolah setempat.
BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, serta segera melapor jika terjadi bencana di wilayah masing-masing.

