1. Beranda
  2. Parlementaria

Dugaan Warga Tewas Tersengat Listrik

DPRK Banda Aceh Minta PLN Periksa Seluruh Jaringan Listrik

Oleh ,

KOALISI.co – Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta PT PLN (Persero) segera melakukan investigasi secara menyeluruh terkait insiden meninggalnya seorang warga yang diduga akibat tersengat arus listrik dari kabel telanjang di sekitar tiang baliho depan Terminal Lueng Bata, Banda Aceh.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu (14/6/2026) tersebut dinilai harus menjadi alarm serius bagi seluruh pihak agar sistem keamanan instalasi kelistrikan di ruang publik mendapat perhatian lebih.

Tuanku Muhammad menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Menurutnya, musibah tersebut bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan masyarakat tidak boleh diabaikan dalam pengelolaan infrastruktur kelistrikan.

Baca Juga: Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi TVRI Siarkan Piala Dunia 2026 Gratis

"Kami turut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi cobaan ini," ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan publik, termasuk pengelolaan jaringan listrik. Oleh sebab itu, PT PLN diminta memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab dugaan sengatan listrik yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Kami meminta PLN untuk bertanggung jawab sesuai kewenangannya dan menyampaikan penjelasan kepada masyarakat mengenai penyebab kejadian ini. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," kata Tuanku Muhammad.

Baca Juga: Wali Kota dan Ketua DPRK Terima WTP ke-18 Kali Berturut-turut Dari BPK RI

Selain meminta penjelasan, Komisi III DPRK Banda Aceh juga mendorong agar PLN bersama instansi terkait melakukan investigasi secara komprehensif. Pemeriksaan tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada lokasi kejadian, tetapi juga mencakup evaluasi terhadap kondisi jaringan listrik di berbagai titik yang berpotensi membahayakan masyarakat.

"Kami meminta PLN bersama instansi terkait melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Jangan sampai ada unsur kelalaian yang membahayakan keselamatan warga. Hasil investigasi juga harus disampaikan secara transparan kepada publik," tegasnya.

Menurut Tuanku Muhammad, keberadaan kabel terbuka maupun instalasi listrik yang tidak memenuhi standar keselamatan harus segera ditangani agar tidak memicu korban berikutnya. Ia menilai pemeriksaan rutin terhadap jaringan listrik di fasilitas umum perlu menjadi agenda berkelanjutan, terutama di lokasi yang ramai dilalui masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi dalam melakukan pengawasan terhadap berbagai fasilitas publik yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, termasuk tiang listrik, tiang reklame, penerangan jalan umum, serta instalasi kelistrikan lainnya.

"Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Jangan menunggu muncul korban berikutnya baru dilakukan perbaikan. Semua jaringan listrik yang berpotensi membahayakan masyarakat harus segera diperiksa, diamankan, dan diperbaiki sesuai standar keselamatan," ujarnya.

Tuanku Muhammad berharap hasil investigasi nantinya dapat menjadi dasar perbaikan sistem pengawasan dan pemeliharaan jaringan listrik sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi. Menurutnya, perlindungan terhadap keselamatan masyarakat harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak, sehingga setiap warga dapat beraktivitas dengan aman tanpa khawatir terhadap potensi bahaya dari infrastruktur publik.

Baca Juga