1. Beranda
  2. Inforial

Ini 14 Wilayah Kerja KKKS Migas di Aceh

Oleh ,

KOALISI.co – Provinsi Aceh sedikitnya memiliki 14 Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang dikelola oleh berbagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), baik perusahaan nasional maupun internasional.

Sebagian besar wilayah kerja tersebut masih berada pada tahap eksplorasi dan joint study (studi bersama) dengan cakupan area yang tersebar di daratan maupun perairan Aceh.

Berdasarkan data wilayah kerja KKKS migas di Aceh yang diperoleh redaksi, sejumlah perusahaan yang mengelola blok migas di daerah ini antara lain Zaratex N.V, KRX Energy, Talisman Repsol, PT Pertamina Hulu Energi NSB, PT Medco E&P Malaka, Triangle Pase Inc, PT Pertamina EP Asset 1, Mubadala, Mubadala Premier, Pearoil (Theralite) Limited, PT Aceh Energi, Repsol Exploracion BV Pertamina (Persero), serta Conrat Petroleum.

Data Wilayah Kerja Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Minyak Dan Gas Bumi di Provinsi Aceh. Sumber: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh.

Wilayah kerja migas di Aceh mencakup area daratan (onshore) maupun lepas pantai (offshore). Beberapa blok strategis yang saat ini menjadi perhatian investor antara lain, Andaman I yang dikelola Mubadala dengan luas sekitar 7.346 km² dan Andaman II yang dikelola Mubadala Premier dengan luas sekitar 7.399 km².

Kemudian Andaman III yang dikelola Talisman Repsol dengan luas mencapai 8.516 km² dan South Andaman yang dikelola Pearoil (Theralite) Limited seluas 3.548 km².

Selain kawasan Andaman, terdapat pula wilayah kerja lain seperti Pase, Blok A, Blok B, Rantau, Singkil, Meulaboh, Arakundo, South Blok A, hingga Lhokseumawe yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Data menunjukkan bahwa beberapa wilayah kerja telah menghasilkan gas dan kondensat, terutama pada Blok A, Blok B, dan Pase, sementara Rantau tercatat memproduksi minyak.

Baca Juga: Ini Wilayah Kerja Migas Aktif di Aceh 2026

Dalam pengelolaannya, sejumlah wilayah kerja berada di bawah pengawasan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), sedangkan beberapa blok lainnya diawasi oleh SKK Migas.

Blok yang berada di bawah pengawasan BPMA antara lain Lhokseumawe, South Blok A, Andaman III, Blok A, Blok B, dan Pase. Sementara itu, wilayah kerja seperti Rantau, Andaman I, Andaman II, dan South Andaman berada di bawah pengawasan SKK Migas.

Adapun beberapa wilayah kerja lain masih berada dalam proses pengembangan awal. Blok Bireuen-Sigli yang dikelola PT Aceh Energi misalnya, masih menunggu penanganan Production Sharing Contract (PSC). Sedangkan wilayah kerja Arakundo, Singkil, dan Meulaboh masih dalam tahapan survei dan studi bersama.

Baca Juga: Pertamina Temukan Cadangan Baru Migas Menjanjikan di Perairan Lhokseumawe

Keberadaan 14 wilayah kerja migas tersebut menunjukkan bahwa Aceh masih menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam sektor energi nasional.

Luasnya wilayah eksplorasi, terutama di kawasan lepas pantai Andaman yang dalam beberapa tahun terakhir menarik perhatian industri migas global, membuka peluang investasi sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah strategis penghasil energi di Indonesia.

Baca Juga