Irigasi Tak Kunjung Diperbaiki, Petani Paya Bakong Bersatu Patungan Sewa Excavator
KOALISI.co – Ribuan petani di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, melakukan iuran swadaya untuk menyewa satu unit alat berat jenis excavator guna melakukan normalisasi saluran Irigasi Alue Ubay yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabanjir, Rabu (8/7/2026).
Aksi gotong royong tersebut melibatkan petani dari 39 gampong, para geuchik, mukim, serta Camat Paya Bakong. Mereka bergotong royong membersihkan saluran irigasi utama yang menjadi sumber pengairan bagi lahan persawahan di wilayah tersebut.
Ketua Forum Geuchik Paya Bakong, Khairul Rizal atau yang akrab disapa Abu Gan, mengatakan langkah tersebut terpaksa dilakukan karena para petani tidak bisa lagi menunggu penanganan dari pemerintah, sementara kebutuhan air untuk lahan pertanian semakin mendesak.
Baca Juga: Kisah Menyentuh Dua Bocah Pedalaman Paya Bakong
"Kami, 39 geuchik, camat, mukim, beserta masyarakat Paya Bakong patungan untuk membersihkan Irigasi Alue Ubay ini. Kami harus bergerak sendiri karena jika tidak, sawah-sawah tidak akan teraliri air," ujar Khairul Rizal kepada KOALISI.co.
Ia menjelaskan, kondisi Irigasi Alue Ubay saat ini berada dalam kategori darurat. Pendangkalan yang terjadi merupakan dampak banjir yang membawa material pasir dari Waduk Keureutoe ke dalam saluran irigasi sehingga aliran air menuju lahan pertanian menjadi terganggu.
Akibat sedimentasi tersebut, debit air yang mengalir ke wilayah hilir tidak lagi mencukupi kebutuhan ribuan hektare sawah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat di Kecamatan Paya Bakong.
Baca Juga: ODGJ Tikam Empat Warga di Paya Bakong Aceh Utara
Menurut Khairul Rizal, dana yang berhasil dikumpulkan melalui swadaya masyarakat hanya mampu menyewa excavator selama satu hari. Karena itu, proses pengerukan hanya difokuskan pada titik-titik yang dinilai paling kritis.
"Irigasi ini sudah tidak layak digunakan jika tidak segera dikeruk. Kami tidak bisa terus berharap kepada pemerintah. Kalau masyarakat tidak memikirkan dirinya sendiri, siapa lagi yang akan peduli?" ungkapnya.
Di lokasi pengerukan, sejumlah tokoh masyarakat juga tampak ikut mengawasi jalannya normalisasi saluran irigasi. Mereka menilai aksi patungan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama demi menyelamatkan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Paya Bakong.
Baca Juga: Sejumlah Bangunan di Paya Bakong Aceh Utara Rusak Dihempas Angin Kencang
Salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, gotong royong yang dilakukan warga merupakan upaya terakhir agar musim tanam tidak mengalami kegagalan akibat kekurangan pasokan air.
"Kalau kami hanya menunggu janji, sawah akan menjadi padang rumput. Irigasi ini satu-satunya sumber kehidupan kami," ujarnya.
Ia menambahkan, kesediaan masyarakat, mulai dari petani kecil hingga aparatur desa, untuk mengumpulkan dana secara swadaya menunjukkan bahwa warga telah mencapai batas kesabaran terhadap kondisi infrastruktur pertanian yang hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal.
Aksi warga tersebut menjadi potret nyata pentingnya perhatian terhadap infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi yang memiliki peran vital dalam menjaga produktivitas sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Normalisasi Irigasi Alue Ubay dinilai mendesak agar pasokan air kembali normal sehingga aktivitas pertanian di 39 gampong dapat berjalan tanpa hambatan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Utara, Jaffar, belum memberikan tanggapan terkait kondisi tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui saluran komunikasi juga belum memperoleh respons.
Bagi masyarakat Paya Bakong, gotong royong bukan sekadar tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi telah menjadi strategi bertahan hidup di tengah minimnya perhatian terhadap infrastruktur dasar yang sangat menentukan keberlangsungan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

