1. Beranda
  2. News

Kata Kemenag Aceh Terkait Kondisi dan Penentuan 1 Syawal 1447 H

Oleh ,

KOALISI.co – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh menyatakan bahwa posisi hilal Syawal 1447 Hijriah masih berada di bawah kriteria imkan rukyat MABIMS.

Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan bahwa posisi hilal pada 29 Ramadan 1447 H masih berada di bawah kriteria imkan rukyat (kemungkinan terlihatnya hilal).

Kriteria ini disepakati oleh empat negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam MABIMS (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura).

Kriteria MABIMS menetapkan bahwa hilal dapat teramati apabila memiliki ketinggian minimal 3 derajat di atas ufuk dan elongasi minimal 6,4 derajat antara Matahari dan Bulan.

Baca Juga:Ini Enam Lokasi Rukyat Hilal di Aceh 

“Ketinggian hilal pada 29 Ramadan 1447 H memang sudah berada di atas ufuk, yakni 1,25 derajat di Papua dan 3,1 derajat di Aceh," kata Alfirdaus.

Namun, elongasi antara Bulan dan Matahari masih di bawah kriteria, yaitu 4,5 derajat di Papua dan 6,1 derajat di Aceh.

"Kondisi ini menyebabkan cahaya Matahari jauh lebih kuat dibandingkan pantulan cahaya Bulan saat rukyat,” jelas Alfirdaus.

Baca Juga: Besok, Muhammadiyah Aceh Utara Gelar Shalat Idulfitri di Cot Seurani

Ia menambahkan bahwa secara empiris, hilal belum pernah berhasil teramati pada posisi elongasi di bawah 6,4 derajat.

Sementara itu, pada pemantauan kali ini, elongasi maksimal hanya mencapai 6,1 derajat.

Meski demikian, Kementerian Agama tetap melaksanakan rukyatul hilal (pemantauan hilal).

Baca Juga: Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret 2026

Jika hilal berhasil diamati dan didokumentasikan, hasil tersebut akan menjadi data penting untuk mengkaji ulang kriteria imkan rukyat berdasarkan bukti empiris terbaru.

Kegiatan rukyat hilal dijadwalkan berlangsung pada Kamis petang, bertepatan dengan waktu Magrib sekitar pukul 18.50 WIB.

Pengamatan akan dilakukan selama kurang lebih 15 menit 33 detik di Markas Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga.

Baca Juga: Bank Indonesia Aceh Siapkan Rp4 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Apabila hilal terlihat pada Kamis malam, 19 Maret 2026, maka 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun, jika hilal tidak terlihat, bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Baca Juga