Kejurda FORKI Aceh 2026 Resmi Dibuka, 1.515 Karateka Siap Rebut Piala Bupati dan Wakil Bupati Pidie
KOALISI.co – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Aceh Tahun 2026 resmi dibuka di Gedung Taekwondo Pidie Convention Center (PCC), Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Jumat (17/7/2026).
Ajang bergengsi yang diikuti 1.515 karateka dari seluruh Aceh ini menjadi momentum penting dalam menjaring atlet-atlet terbaik untuk dipersiapkan menghadapi kejuaraan tingkat nasional hingga internasional.
Pembukaan Kejurda dilakukan oleh Wakil Bupati Pidie, Al-Zaizi Umar, yang mewakili Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H. Bupati Pidie berhalangan hadir karena sedang mengikuti rapat bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kejurda FORKI Aceh 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-515 Kabupaten Pidie. Kejuaraan berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026, dengan mempertandingkan berbagai kategori yang diikuti karateka dari 27 kontingen di Aceh.
Ketua Panitia Pelaksana, Kapten CPM Hendra Darmawan, S.H., mengatakan Kejurda tahun ini menjadi salah satu penyelenggaraan Karate terbesar. Sebanyak 1.515 peserta ambil bagian, angka yang sengaja diselaraskan dengan usia Kabupaten Pidie yang telah memasuki 515 tahun.
"Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga simbol semangat kebersamaan dan pembinaan olahraga karate di Aceh. Sebanyak 1.515 karateka akan memperebutkan Piala Bupati Pidie dengan total hadiah sebesar Rp51,5 juta," ujar Hendra.
Baca Juga: FORKI Aceh Tingkatkan Kompetensi Wasit dan Pelatih Jelang Kejurda Karate 2026 di Pidie
Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kejurda FORKI Aceh Tahun 2026.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pidie atas dukungan, perhatian, serta kontribusi nyata sehingga Kejurda ini dapat terselenggara dengan baik," katanya.
Hendra juga menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Besar FORKI, Pengurus FORKI Aceh, KONI Aceh, sponsor, panitia, wasit dan juri, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kejuaraan tersebut.
Baca Juga: Kejurda Karate Piala Bupati Pidie 2026 Siap Digelar, FORKI Aceh Targetkan Lahir Atlet Nasional
Sementara itu, Ketua Umum FORKI Aceh, Sulaiman, S.E., menegaskan bahwa Kejurda merupakan ajang tertinggi pembinaan karate di tingkat provinsi.
Atlet-atlet yang meraih prestasi terbaik akan dipersiapkan untuk memperkuat Aceh pada berbagai kejuaraan bergengsi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Menurutnya, kualitas pertandingan sangat bergantung pada profesionalisme wasit dan juri dalam mengambil keputusan.
Baca Juga: Karateka Aceh Raih Emas dan Perak di Kejurnas PB FORKI IV Bandung, Sulaiman, SE; Kita Bangga!
"Kami meminta seluruh wasit dan juri menjalankan tugas secara profesional, objektif, dan adil. Atlet-atlet terbaik dari Kejurda inilah yang nantinya akan membawa nama Aceh di berbagai kejuaraan nasional bahkan internasional. Karena itu, setiap pertandingan harus berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas," tegas Sulaiman.
Ia juga mengingatkan bahwa atlet yang tidak mengikuti Kejurda akan kehilangan kesempatan besar untuk masuk dalam pembinaan tingkat provinsi karena kejuaraan ini menjadi jalur utama seleksi atlet berprestasi.
Ketua KONI Aceh, Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yaya, mengapresiasi penyelenggaraan Kejurda FORKI Aceh yang dinilai semakin profesional dan mampu menjadi contoh pembinaan cabang olahraga di Aceh.
Baca Juga: Ketua Umum FORKI Aceh Jenguk Wasit dan Atlet Korban Gempa 6,3 SR di Simeulue
Menurutnya, KONI Aceh terus mendorong seluruh pengurus cabang olahraga untuk melaksanakan kompetisi secara berjenjang sebagai upaya melahirkan atlet-atlet unggulan yang mampu bersaing di level nasional.
"Prestasi lahir dari pembinaan yang berkelanjutan dan kompetisi yang berkualitas. Kejurda seperti ini menjadi ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan, meningkatkan mental bertanding, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengurus dalam mempersiapkan atlet menuju ajang yang lebih tinggi. Kami berharap dari Pidie akan lahir karateka terbaik yang mengharumkan nama Aceh," ujar Pon Yaya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pidie, Al-Zaizi Umar, menyampaikan apresiasi kepada FORKI Aceh dan seluruh panitia yang telah mempercayakan Kabupaten Pidie sebagai tuan rumah Kejurda Tahun 2026.
Ia berharap kejuaraan tersebut mampu melahirkan atlet-atlet karate berbakat yang memiliki kemampuan teknik, disiplin, serta mental juang yang kuat.
"Kami berharap Kejurda ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet karate berbakat yang memiliki kemampuan teknik dan mental bertanding yang kuat sehingga mampu mengharumkan nama Aceh pada berbagai ajang nasional maupun internasional," ujar Al-Zaizi Umar.
Menurutnya, penyelenggaraan Kejurda tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi antarkarateka, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan kualitas pembinaan olahraga karate di seluruh Aceh.
"Kami mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat persaudaraan selama mengikuti pertandingan, sehingga Kejurda FORKI Aceh 2026 dapat berlangsung sukses dan melahirkan atlet-atlet terbaik bagi masa depan olahraga karate Aceh," terangnya.
Acara peresmian ini ditandai dengan penyematan sabuk hitam kehormatan kepada Wakil Bupati Pidie Al-Zaizi Umar yang diberikan langsung oleh Ketua Dewan Wasit PB FORKI, Arif Nugraha. Acara kemudian ditutup sengan penampilan penyanyi Aceh, Cut Zuhra.

