1. Beranda
  2. Parlementaria

Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Perluasan Car Free Day untuk Buka Pasar Baru bagi UMKM

Oleh ,

KOALISI.co – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, menegaskan bahwa penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan ekonomi Kota Banda Aceh. Menurutnya, keberhasilan pembinaan UMKM tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah pelaku usaha, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menciptakan ekosistem bisnis yang sehat, termasuk menghadirkan akses pasar yang luas bagi produk-produk lokal.

Hal tersebut disampaikan Irwansyah saat menghadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM Kota Banda Aceh yang diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh di Hotel Al-Hanifi, Senin (29/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi pelaku UMKM agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital dan persaingan usaha yang semakin ketat.

"UMKM kita harus didukung semaksimal mungkin oleh pemerintah. Mereka membutuhkan sentuhan dalam hal packaging, branding, dan yang paling penting adalah pasar. Rata-rata persoalan UMKM kita hari ini adalah belum memiliki akses pasar yang memadai," kata Irwansyah.

Baca Juga: Sambut Musim Liburan, DPRK Banda Aceh Minta Destinasi Wisata Bebas Pungli dan Tetap Bersih

Ia menilai keberpihakan pemerintah terhadap UMKM harus diwujudkan melalui kebijakan yang konkret. Selain pelatihan dan pendampingan, pemerintah juga perlu menyediakan ruang usaha yang mampu mempertemukan pedagang dengan konsumen sehingga produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

Salah satu gagasan yang kembali disampaikannya ialah memperluas kawasan Car Free Day (CFD) di Banda Aceh. Menurut Irwansyah, kawasan tersebut selama ini terbukti menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat karena mampu menarik ribuan pengunjung setiap akhir pekan.

"Saya pernah mengusulkan agar Car Free Day tidak hanya berada di sepanjang Jalan Daud Beureueh, tetapi jangkauannya diperluas atau ditambah areanya. Dengan begitu, semakin banyak pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan berjualan dan bertemu langsung dengan pembeli," ujarnya.

Baca Juga: DPRK Banda Aceh Pastikan Ribuan Pekerja Rentan Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Irwansyah bahkan menyatakan kesiapannya membantu para pelaku UMKM apabila masih menghadapi kendala terkait lokasi usaha maupun persoalan perizinan.

"Kalau memang belum ada tempat karena persoalan izin, silakan laporkan kepada Ketua DPRK. Saya siap berkoordinasi dengan dinas terkait agar pelaku UMKM mendapatkan ruang usaha yang layak," katanya.

Menurutnya, keberadaan Car Free Day juga memberikan keuntungan bagi masyarakat karena pedagang dapat memasarkan produknya tanpa dibebani biaya sewa tempat maupun pungutan lainnya.

Baca Juga: Ketua DPRK Aceh Utara Dukung Sensus Ekonomi 2026, Arafat Ali: Data Akurat Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

"Bayangkan betapa beruntungnya menjadi warga Banda Aceh jika tersedia ruang usaha yang bisa dimanfaatkan tanpa biaya. Tinggal bagaimana pemerintah mengelolanya agar lebih tertata dan mampu menampung lebih banyak pedagang," ucapnya.

Selain memperluas kawasan CFD, Irwansyah juga mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh menghidupkan kembali pusat-pusat perdagangan dan sentra UMKM sebagai lokasi usaha yang representatif bagi pedagang kecil.

Ia juga menyinggung penertiban pedagang coffee truck di sepanjang Jalan Daud Beureueh beberapa waktu lalu. Menurutnya, setiap kebijakan penataan kota harus disertai solusi agar para pelaku usaha tetap dapat mencari nafkah.

Baca Juga: Ketua DPRK Aceh Utara Dukung Sensus Ekonomi 2026, Arafat Ali: Data Akurat Jadi Fondasi Pembangunan Daerah

"Kita tidak bisa hanya melarang mereka berjualan tanpa menyediakan lokasi alternatif. Karena itu DPRK telah memanggil Satpol PP dan Disperindag melalui rapat dengar pendapat. Alhamdulillah, ada relaksasi waktu sehingga pedagang tidak langsung kehilangan mata pencaharian," jelasnya.

Irwansyah menilai UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Banda Aceh mengingat kota ini belum memiliki industri besar maupun kawasan manufaktur yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Menurutnya, sektor pariwisata memang memiliki potensi yang sangat besar, namun masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya tingginya harga tiket pesawat yang berdampak terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

Baca Juga: Ketua DPRK Banda Aceh Apresiasi TVRI Siarkan Piala Dunia 2026 Gratis

"Kalau UMKM tidak kita hidupkan, kita tidak punya banyak sektor ekonomi lain selain pariwisata. Sementara sektor wisata juga masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu pembinaan UMKM harus menjadi agenda serius pemerintah," katanya.

Ia menegaskan DPRK bersama Pemerintah Kota Banda Aceh akan terus mencari berbagai strategi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah sesuai karakteristik kota.

"Kalau kita belum memiliki industri besar dan jumlah hotel masih terbatas, maka yang harus diperkuat adalah UMKM. Caranya dengan membuka lebih banyak pasar dan memperluas kesempatan usaha," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Irwansyah juga mendorong penyelenggaraan berbagai festival, expo, bazar, hingga event kreatif secara rutin sebagai media promosi produk lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.

Menurutnya, setiap kegiatan yang menghadirkan banyak pengunjung akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

"Event kreatif harus terus diperbanyak di Banda Aceh. Expo, festival, dan pameran bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi pasar yang sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM untuk memasarkan produknya," katanya.

Ia menambahkan, semakin besar aktivitas ekonomi yang tercipta melalui berbagai event tersebut, semakin besar pula perputaran uang yang akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Di akhir sambutannya, Irwansyah mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, lembaga pemberdayaan masyarakat, maupun komunitas ekonomi kreatif untuk bersama-sama memperkuat sektor UMKM.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, serta memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana pemasaran.

"Pelaku UMKM jangan takut memanfaatkan media sosial. Branding menjadi salah satu kunci agar usaha bisa naik kelas. Kalau ingin berkembang, manfaatkan teknologi dan terus berinovasi agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif," tutupnya.

Baca Juga