Kondisi Terkini Kesehatan Irwandi di Korea
KOALISI.co - Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, saat ini masih menjalani rangkaian pengobatan dan pemulihan secara intensif di Seoul, Korea Selatan.
Kabar tersebut dikonfirmasi langsung kepada sang istri, Steffy Burase melalui pesan WhatsApp.
Steffy mengatakan, saat ini beliau masih menjalani rangkaian pengobatan dan pemulihan secara intensif di Seoul.
Baca Juga: Irwandi Merestui, PNA All Out Menangkan Mualem-Dek Fad di Pilkada Aceh
"Kondisinya makin membaik, tapi masih membutuhkan terapi jangka panjang dan observasi rutin dari tim dokter agar proses recovery berjalan optimal,” kata Steffy kepada KOALISI.co, Kamis (30/4/2026).
Steffy juga memohon doa dari masyarakat Aceh agar Irwandi diberikan kesehatan, kekuatan, serta dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.
“Mohon doanya agar beliau diberikan kesehatan, kekuatan, dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Untuk sementara kami memang memilih fokus penuh untuk pemulihan beliau terlebih dahulu,” ujar Steffy.
Baca Juga: Tanggapan Kubu Irwandi Soal Putusan PTTUN Medan Kubu Tiyong: Belum Inkracht
Sementara itu, dalam unggahan lengkap di akun Instagram Steffy Burase, dijelaskan bahwa proses pengobatan Irwandi dimulai sejak Desember 2025.
Berikut adalah cerita lengkap proses pengobatan Irwandi Yusuf (caption foto pada postingan Instagram Steffy Burase/kolase video):
Semua ini dimulai dari Desember 2025. Sejak saat itu, sebagian besar waktu kami habiskan di RSZA hingga melewati tahun baru di sana.
Setelah kondisi perlahan membaik dan mulai stabil, kami kemudian melanjutkan perawatan di Jakarta.
Melanjutkan perawatan di Jakarta selama kurang lebih dua minggu di waktu yang terasa berjalan pelan, sampai berharap semuanya perlahan membaik.
Ketika kondisi mulai sedikit stabil, kami kembali melanjutkan perjalanan pengobatan ke Cina pada Februari, dengan harapan proses pemulihan bisa berjalan lebih baik.
Tiba di Cina, kami disambut cuaca dingin dengan suhu hingga -10 derajat, sebuah kondisi baru yang harus kami jalani ditengah proses pengobatan.
Februari, kami menjalani perawatan selama kurang lebih satu bulan di Cina, di sebuah rumah sakit yang dikenal dengan terapi akupunktur terbaik di dunia.
Selama proses penyembuhan di Cina, hari-hari dijalani dengan terapi dan istirahat yang terus berulang, sambil pelan-pelan berusaha untuk bisa pulih kembali.
Setelah tiga bulan hanya melihat tembok rumah sakit, pelan-pelan mulai kembali mengenal dunia luar lagi.
Rasanya senang sekali akhirnya bisa kembali pulang ke Indonesia, setelah sekian lama berada di rumah sakit dan menjalani perawatan.
Sampai di Indonesia, kondisi kembalí menurun, dan harus melanjutkan rawat inap lagi di Jakarta.
Dengan semangat ingin segera keluar dari rumah sakit, pulang ke kampung halaman tercinta untuk menemui mami, sekaligus berpamitan sebelum kembali berangkat untuk berobat.
Perjalanan menuju Aceh, kembali ke kampung halaman di tengah rangkaian pengobatan yang masih harus dilanjutkan.
Melanjutkan terapi harian di Jakarta, sambil menunggu jadwal berikutnya untuk kembali berangkat ke Seoul untuk melanjutkan pengobatan yang masih harus dijalani.
Maret, tiba di Seoul untuk kembali melanjutkan rangkaian pengobatan yang sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang ini.
Maret, menjalani terapi harian di Seoul sambil menunggu jadwal rawat inap untuk full observasi.
April, akhirnya mendapatkan kamar di Asan untuk memulai full observasi setelah proses menunggu yang cukup panjang.
April, menikmati musim semi di taman, sambil menunggu di sela-sela waktu ketika istrinya berusaha tetap kuat dengan jogging sebentar, hanya untak sekadar 'stay waras' di tengah proses yang panjang.
Di sela-sela terapi, setiap Jumat selalu menyempatkan diri untuk shalat Jumat di sini, sebagai salah satu cara untuk tetap tenang di tengah proses yang terus berjalan.
Masih berada di sini sampai Juni nanti untuk memaksimalkan proses pemulihan yang sedang dijalani, dengan harapan semua langkah yang sudan ditempuh perlahan memuahkan hasil yang baik.

