1. Beranda
  2. Pemerintahan

M. Nasir, dari Pase ke Kuta Raja

Oleh ,

KOALISI.co – Dalam birokrasi Aceh, ada sebuah perjalanan karier yang layak dicatat sebagai catatan inspiratif. M. Nasir mengawali kariernya sebagai pelaksana di jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, wilayah yang dikenal dengan sebutan Pase, kini duduk sebagai Sekretaris Daerah Aceh di Kuta Raja, pusat pemerintahan provinsi.

Pada Jumat sore, 15 Agustus 2025, pria kelahiran Peusangan, Bireuen 1974 ini resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah Aceh definitif oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 120/TPA Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto .

Baca Juga: Sekda Aceh: Pemerintah Aceh Kejar Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lahan Sawah Pascabencana

Sebelumnya, M. Nasir sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda sejak Maret 2025. Kini, dengan pangkat Pembina Utama Muda (IV/c) terhitung 1 Februari 2025, tanggung jawab besar ada di pundaknya.

Pase adalah sebutan historis untuk kawasan yang meliputi Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen. Di wilayah inilah Nasir memulai pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara.

Tercatat sebagai CPNS pada 1 Desember 2001 dengan pangkat Penata Muda (III/a), Nasir ditempatkan di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara pada 2002.

Baca Juga: Sekda Aceh Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Selama empat tahun pertama (2002–2006), ia bertugas sebagai Pelaksana pada Bagian Pemerintah Umum Setda Kabupaten Aceh Utara, sebuah posisi yang melatihnya memahami denyut nadi pemerintahan dari tingkat paling bawah.

Dua tahun berikutnya (2008–2009), ia berpindah ke Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Aceh Utara, masih di lingkungan Pase.

Di sinilah ia mulai memahami seluk-beluk kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga: Siaga Bencana Hidrometeorologi, Sekda Aceh Instruksikan Posko Aktif 24 Jam hingga 20 April 2026

Puncak pengabdiannya di tingkat kabupaten terjadi pada 2009–2010, ketika ia dipercaya sebagai Kepala Subbagian Pemerintah Mukim dan Gampong pada Setda Kabupaten Aceh Utara.

Jabatan ini memberinya pengalaman langsung dalam mengelola tata pemerintahan hingga ke level gampong .

Dari Pase, karier Nasir mulai melangkah ke tingkat provinsi, Kuta Raja.

Kuta Raja, nama lama Banda Aceh, menjadi tujuan berikutnya. Pada 2010, Nasir mulai bertugas di ibu kota provinsi.

Langkah pertamanya di tingkat provinsi adalah sebagai Pelaksana pada Bagian Hukum Sekretariat DPR Aceh, kemudian tak lama bersamaan pindah ke Bagian Legislasi Sekretariat DPR Aceh.

Masih di tahun yang sama, 2010, ia dipercaya sebagai Kepala Subbagian Pemilu dan Pilkada pada Biro Tata Pemerintah Setda Aceh.

Baca Juga: Sekda Aceh Pimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi Jelang HKBN

Jabatan strategis ini diembannya selama tujuh tahun (2010–2017), kemudian dilanjutkan sebagai Kasubbag Pemilu dan Pemilihan pada Biro Tata Pemerintah Setda Aceh (2017–2018).

Setelah itu, Nasir sempat berkarier di sektor kepemudaan dan olahraga sebagai Kasi Pembibitan Olahraga dan Usia Dini pada Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh (2018–2019).

Memasuki tahun 2019, ia dipercaya sebagai Analis Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh dan Kepala Bagian Kerjasama dan Humas pada Kantor Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh hingga tahun 2024.

Baca Juga: Sekda Aceh Lantik 290 Pejabat, Fokus Tekan Kemiskinan dan Percepat Realisasi APBA 2025

Pada 2024, ia kemudian dipercaya memimpin Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh sebagai Kepala Dinas.

Tahun 2025 menjadi titik balik besar bagi karier Nasir. Dalam kurun waktu beberapa bulan, ia menduduki tiga jabatan penting secara beruntun.

Pada Maret 2025, ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, pada 19 Mei 2025 menjadi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, hingga akhirnya dilantik sebagai Sekda Aceh definitif pada 15 Agustus 2025.

Baca Juga: Sekda Aceh Pimpin Rapim Percepatan APBA 2026, Lanjut Sambut Menekraf di Bandara SIM

Dalam sambutannya usai melantik Nasir, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan keyakinannya.

"Saya percaya Saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sebagaimana amanah yang diberikan," ujar gubernur yang akrab disapa Mualem tersebut.

Kini, M. Nasir, sudah sekitar 6 bulan menakhodai Sekretariat Daerah Aceh. Perjalanan kariernya yang dimulai dari Pase, kini sampai di Kuta Raja sebagai Sekretaris Daerah Aceh.

Sebuah perjalanan panjang, dari bawah menuju puncak birokrasi di tanah Serambi Mekkah.

Baca Juga