Malam Penganugerahan JMSI Award 2022 Berlangsung Meriah

“Padahal jurnalis memberikan kerja yang luar biasa, seperti saat pandemi Covid-19 jurnalis berjibaku beritakan. Setelah pandemi masuk lagi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Jadi jurnalis berkerja yang luar biasa,” katanya.
Sementara, Sekretaris Jenderal JMSI, Eko Pamuji mengatakan penghargaan jurnalistik itu sebagai bagian dari humanism. Karena, JMSI itu merupakan organisasi para pemilik media yang juga penting untuk memperhatikan sisi humanism.
“Di JMSI ini para tokoh-tokoh pemilik media. Mereka inilah sebenarnya yang bisa menggetarkan publik Indonesia. Untuk itu, media harus sehat baik dari sisi konten maupun medianya,” kata Eko.
Baca Juga: Menteri Perdagangan Akan Hadir di Rakernas ke-2 JMSI di Banda Aceh
Dia mengatakan, Award JMSI memiliki makna dan bukan hal sepele. Pemilik media bukan hanya sebagai pengelola, namun juga berkaitan dengan kemanusiaan. “Saya berharap kepada para teman-teman untuk melahirkan para jurnalis yang berkualitas,” harapnya.
Staf gubernur Aceh, Iskandar Syukri dalam arahannya memberikan apresiasi kepada JMSI Aceh atas penganugeraan tersebut. Dia menilai Anugerah JMSI Aceh Award sejalan dengan tujuan pemerintah Aceh.
“Apalagi penghargaan JMSI berkaitan dengan kepariwisataan yang sejalan dengan visi dan misi pemerintah Aceh,” katanya.
Baca Juga: Menteri Perdagangan Akan Hadir di Rakernas ke-2 JMSI di Banda Aceh
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa Aceh saat ini sudah sangat kondusif setelah perjanjian damai antara Pemerintah RI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tahun 2005 silam. Untuk itu, Aceh terbuka untuk investor.
“Aceh sangat terbuka kepada siapa saja, termasuk kepada investor yang ingin membangun Aceh lebih maju dan sejahtera. Kami berharap media atau insan pers mau berperan, tanpa media sulit bagi pemerintah Aceh mewujudkan pembangunan,” terangnya.
Komentar