MenSATUkan Perbedaan
Saya mengenal Bang Irfan sudah lama sekali, mungkin sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Baru setelah itu kami berpisah, dan bertemu lagi setelah kuliah. Bang Irfan di Unimal mengambil jurusan Ilmu Politik, dan saya di USU mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Tidak ada yang berbeda dari kedua jurusan itu, sebab dua-duanya merupakan sub dari rumpun ilmu sosial dan humaniora, atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Menurut saya, jika pun terdapat perbedaan antara Bang Irfan dan saya itu adalah tekad. Bang Irfan lebih berani berbuat secara praktik, sedangkan saya hanya jago secara teori. Bang Irfan lebih mampu mewujudkan ketimbang saya yang hanya mampu mewacanakan, dan untuk mewujudkan KOALISI.co, Bang Irfan telah menunjukkan tekad dan pengorbanan yang sangat besar. Saya tahu persis soal ini, sebab beliau pernah cerita.
Meski terbilang muda, tentu Bang Irfan telah mengeluarkan cukup banyak modal. Walhasil Bang Irfan banting stir mencoba peruntungan menjadi wartawan. Saya terkejut! Awalnya saya kira hanya sebagai pelipur lara, atau semata untuk menaikkan elektabilitas citra di kemudian hari. Saya tidak tahu, yang saya tidak pahami baru kali ini Sarjana Ilmu Politik begitu antusias menggemari profesi seorang jurnalis, ketimbang saya yang notabene anak Ilmu Komunikasi.
Entah bagaimana ceritanya, beliau mulai menghubungi saya dan mengajak bergabung dengan medianya. Dulu namanya bukan KOALISI.co seperti sekarang. Entah apa namanya? Saya lupa! Sudah banyak media yang saya ikuti atas ajakan beliau, namun semuanya gulung tikar atau beralih kepemilikan. Salah satunya Bang Irfan pernah curhat soal ini, bagaimana ia merasa dikhianati oleh awak redaksi sebelumnya. Padahal ia telah memberikan segalanya menurutnya, seperti: waktu, tenaga, serta pikiran, bahkan uang sehingga media tersebut berbadan hukum hingga hampir terverifikasi administrasi dan faktual di Dewan Pers. Bang Irfan tanpa sebab ‘alasan yang jelas’ katanya, malah dikeluarkan dari perusahaan media itu. Bang Irfan ketika itu limbung, dan mengaku kapok serta berjanji tidak akan lagi berbisnis media. Saya harap cemas dan maklum mendengarnya.
Tak lama kemudian, ternyata Bang Irfan bohong! dia tidak pernah kapok membangun media siber. Akhirnya dia kembali menelepon dan mengajak saya untuk berlabuh ke KOALISI.co. Pertanyaan sederhananya adalah kenapa saya mau saja diajak-ajak terus oleh anak muda bernama Irfan ini? Jawabannnya sederhana, yaitu karena saya melihat bara api yang besar dari sorot matanya yang cekung itu; karena saya melihat ambisi yang besar dari pipi dan tubuhnya yang kurus itu; yaitu karena saya melihat semangat dari laki-laki berperawakan tidak meyakinkan ini. Wkwkwk, dan Bang Irfan telah berhasil membuktikan itu.
Bahkan kini Bang Irfan telah memiliki anggota, sedangkan saya baru punya dua anggota di rumah, yakni istri dan anak saya. Hehehe. Bang Irfan benar-benar mengejutkan saya ketika ia malah membuka lowongan pekerjaan, itu gajinya dari mana?? Tapi Bang Irfan jalan terus dan idak ambil pusing. Ini juga yang membedakan Bang Irfan. Karakter beliau semakin mirip pengusaha lantaran ditempa keadaan, sedangkan saya tipikal pemikir yang kebanyakan mikir teros, hehehe.
Pada ulang tahun KOALISI.co yang ke-satu ini, menurut saya Bang Irfan dan tim telah berani menunjukkan posisi pemberitaan media sibernya. Saya pribadi cenderung melihatnya sebagai jenis berita kriminal. Walaupun tentu awak redaksi KOALISI.co tidak menutup mata terhadap isu-isu lain yang digemari pembaca, seperti: politik, ekonomi, sosial dan budaya lokal Aceh. Saya salut dengan Bang Irfan dan tim yang jeli dalam melihat pasar ini. Sampai-sampai Bang Irfan hijrah dari Lhokseumawe ke Banda Aceh. Memang pemberitaan berkearifan lokal pada masa-masa sulit dan penuh persaingan saat ini perlu untuk terus ditingkatkan.
Saya sebenarnya tidak mau mengajari ikan atau bebek berenang, namun harapan saya ke depan adalah awak redaksi KOALISI.co semakin bertambah dan tersebar di seluruh penjuru Kabupaten/Kota di Aceh, sehingga pemberitaan tidak hanya berpusat di Ibukota Banda Aceh atau pun pemberitaan kriminal saja; Kedua, sumber pendapatan perusahaan harus mulai dipetakan secara matang. Pesan saya jangan ragu meliput pemberitaan seremonial, jika itu dapat mempertahankan eksistensi KOALISI.co ke depan. Ingat, kesejahteraan wartawan juga turut menentukan kualitas pemberitaan; Ketiga, undang siapa saja yang ingin bersuara melalui tulisan. Baik itu mahasiswa, pejabat pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan sebagainya, karena KOALISI.co adalah media yang SUDI mendengarkan.
Terakhir, salam takzim saya kepada Bang Muhammad Irfan, Bang Manzahari, Kak Irmayuni dan Kak Famila Lusia. Kita memang tidak pernah kopi darat, tapi kita selalu berjumpa di ruang maya. Saya akan selalu salut pada perjuangan abang dan kakak yang telah memajukan media ini. Meski di usia belia, kalian telah cukup berhasil mengenalkan portal berita ini kepada banyak pihak. Ada udang di balik bakwan Bang Irfan, maka begitu pula, ada jasa Bang Irfan dan kawan-kawan dibalik 1 tahun berdirinya media online KOALISIco. Bang Irfan, terpujilah engkau telah berhasil menyatukan perbedaan di antara kami dan kita. Selamat ulang tahun yang ke-1 Koalisi.co: MenSATUkan Perbedaan!

