Pemko Banda Aceh Salurkan Rp 2 Miliar Modal Usaha untuk 1.000 UMKM
KOALISI.co – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh mengalokasikan dana sebesar Rp 2 miliar pada tahun ini untuk membantu 1.000 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, B.Sc (Hons), M.T, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung proses penerimaan berkas modal usaha di Kantor Baitul Mal Gampong Keudah, Kecamatan Kuta Raja, Jumat (19/9/2025).
“Alhamdulillah saya bisa hadir menemani Pak Ketua Yusuf dan tim Baitul Mal untuk bertemu langsung dengan para pelaku UMKM. Dengan anggaran Rp 2 miliar ini, harapan kami Baitul Mal dapat melakukan verifikasi secara objektif dan transparan,” ujar Afdhal.
Baca Juga: Pemko Banda Aceh Perkuat Program Wajib Sekolah 13 Tahun Lewat Kerja Sama Lintas Sektor
Didampingi Ketua Baitul Mal, Dr Yusuf, Afdhal menjelaskan bahwa penerima bantuan ini berasal dari mereka yang sebelumnya sudah melakukan registrasi online. Proses pendaftaran daring dibuka selama dua minggu, dan tercatat sebanyak 3.680 warga Kota Banda Aceh mendaftar.
“Dari jumlah itu akan dipilih 1.000 orang yang benar-benar layak menerima bantuan. Bagi yang belum kebagian, akan kami pikirkan solusi ke depannya. Pemerintah Kota berkomitmen membantu UMKM, apalagi sebagian besar yang mendaftar adalah pelaku usaha rumah tangga, kebanyakan ibu-ibu,” tambah Afdhal.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menerima langsung berkas dari tiga warga Kecamatan Kuta Alam. Setelah menyerahkan proposal, warga memperoleh nomor agenda yang akan digunakan sebagai acuan dalam pengumuman hasil seleksi.
Baca Juga: Pemko Banda Aceh Luncurkan Layanan Penyedotan Lumpur Tinja Gratis untuk Warga
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr Yusuf, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan kali pertama pendaftaran bantuan modal usaha dilakukan secara online.
“Mereka yang lulus tahap selanjutnya adalah peserta yang sudah registrasi online dan menyerahkan berkas ke Baitul Mal. Selanjutnya, tim verifikator akan turun langsung melakukan verifikasi lapangan untuk memastikan kelayakan penerima,” jelasnya.

