Perluas Wawasan Global, Mahasiswa Unimal Sukses Ikut Summer School di Kazakhstan
KOALISI.co – Sebanyak 19 mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) berhasil menyelesaikan program Summer School yang diselenggarakan oleh Kazakh National Agrarian Research University (KazNARU) di Almaty, Kazakhstan, pada 1–14 Juni 2026.
Program internasional tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan global, membangun jejaring akademik internasional, serta mempelajari berbagai solusi inovatif dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim.
Peserta yang mengikuti program berasal dari berbagai fakultas di lingkungan Unimal, terdiri atas 10 mahasiswa Fakultas Teknik, enam mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta satu mahasiswa Fakultas Hukum.
Baca juga: Dukung Kebangkitan Petani Pascabanjir, HIMAGRI Unimal Salurkan 2 Ton Pupuk Subsidi di Pulo Iboih
Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari upaya Unimal dalam mendorong internasionalisasi pendidikan dan meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat global.
Selama mengikuti Summer School, para mahasiswa mendapatkan pembelajaran melalui tiga kelas utama, yaitu SmartWater: Water Resources under Climate Change, Innovative Technologies and Digitalization in Agricultural Engineering and the Food Industry, serta Digital Transformation Innovative Ecosystem: Business Incubation of Sustainable Startups.
Ketiga kelas tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin dalam menjawab berbagai tantangan masa depan, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan, pertanian, dan kewirausahaan berkelanjutan.
Baca juga: Revisi UUPA, Sekda Aceh: Instrumen Penting Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran
Salah satu kelas yang menarik perhatian peserta adalah SmartWater: Water Resources under Climate Change yang membahas pengelolaan sumber daya air di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim.
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Unimal, Muhammad Faqqy Mahdi Alrasyid, mengatakan peserta memperoleh kesempatan belajar langsung dari Wenfeng Liu, ilmuwan sumber daya air dari China Agricultural University yang dikenal memiliki reputasi internasional di bidang manajemen sumber daya air.
Menurut Faqqy, Prof. Liu memaparkan berbagai hasil penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap ketersediaan air, khususnya di Kazakhstan, serta strategi adaptasi yang dapat diterapkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bersih.
Baca juga: Seorang Mahasiswi Meninggal Akibat Kecelakaan Tunggal di Aceh Barat
“Selain membahas isu perubahan iklim, beliau juga memperkenalkan berbagai inovasi yang lahir dari riset pembangunan pertanian dan pengentasan kemiskinan di Afrika. Melalui slogan Small Technology, Big Harvest dan Small Bean, Big Nutrition, beliau menunjukkan bagaimana teknologi sederhana dapat memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Faqqy.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Arsitektur Unimal, Nurin Qasrina, menilai materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai keterkaitan antara perubahan iklim, ketahanan pangan, dan keberlanjutan sumber daya air.
“Melalui berbagai contoh nyata yang disampaikan, kami memahami bahwa pengelolaan sumber daya air tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan ketahanan pangan dan keberlanjutan pembangunan,” katanya.
Baca juga: Unimal dan FIB USU Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Pengalaman mengikuti program internasional tersebut juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya penanganan dampak perubahan iklim.
Sebagai mahasiswa yang mewakili Indonesia, mereka melihat isu sumber daya air sebagai salah satu tantangan strategis yang akan menentukan kualitas hidup masyarakat di masa depan.
Rektor Universitas Malikussaleh, Herman Fithra, mengatakan partisipasi mahasiswa dalam program internasional merupakan bagian dari strategi universitas dalam mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi global dan kepedulian terhadap isu pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman berinteraksi dengan peserta dan akademisi dari berbagai negara. Pengalaman tersebut akan memperluas perspektif mereka dalam melihat tantangan global sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi yang dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti Summer School dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, serta transformasi teknologi yang terus berkembang.
Keikutsertaan mahasiswa Unimal dalam Summer School KazNARU tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas akademik, tetapi juga memperkuat diplomasi pendidikan dan posisi universitas di tingkat internasional. Melalui kolaborasi lintas negara dan pertukaran pengetahuan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi inovatif bagi berbagai persoalan masyarakat di masa mendatang.

