Presiden Jokowi Serahkan KUR 2023 dan Luncurkan Kartu Tani Digital di Aceh
Presiden juga berdialog dengan Duma Hasibuan, penjual makanan di pasar inpres yang juga berjualan jilbab ini mendapatkan KUR sebesar Rp300 juta. Terakhir, Presiden berdialog dengan M Nasir. Pria yang memiliki usaha bengkel cat mobil ini, mendapatkan pembiayaan KUR BSI sebesar Rp400 juta.
Usai mendapatkan kesempatan langka berdialog dengan Presiden, ketiga penerima KUR itu mendapat hadiah sepeda dari Presiden. Bahkan, M Nasir juga dapat kesempatan berswa foto dengan orang nomor satu di Indonesia itu.
“Izin Pak, tadi malam saya bermimpi selfie dengan bapak. Jadi, saya mohon bapak mau foto bersama dengan saya,” ujar M Nasir kepada Presiden.
Baca Juga: Stop The War, Presiden Jokowi Serukan Hentikan Perang di KTT G20
“Wah, enak bener ini M Nasir, sudah dapat sepeda minta foto lagi bareng Presiden. Ya sudah, sini,” kata Presiden sembari bercanda.
Di akhir sambutannya, Presiden kembali berpesan pantingnya ketelitian dalam manajemen pembukuan usaha. “Ketelitian manajemen sangat penting untuk tumbuh kembang usaha. Alur keluar masuk barang, kas dan lain sebagainya sangat penting. Kenapa saya katakan ini, karena saya dulu juga mengalami. Pertama, saya ambil Rp10 juta, selanjutnya Rp20 juta dan terus meningkat. Dengan pembukuan yang baik, maka BSI pun akan yakin memberikan KUR,” pungkas Presiden.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erik Thohir, dalam sambutannya mengungkapkan, Kementerian BUMN selalu bekerja semaksimal mungkin. Salah satunya membentuk bank syariah pertama milik negara.
Baca Juga: PLN Raih Top BUMN Awards Berkat Kontribusi Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
“Kementerian BUMN selalu bekerja maksimal. Salah satunya adalah membentuk Bank Syariah Indonesia. Saat ini, BSI merupakan Bank terbesar se-Indonesia dengan jumlah nasabah mencapai 4 juta nasabah,” ungkap Erik Tohir.
Saat menyerahkan Kredit Usaha Rakyat tahun 2023 dan meluncurkan Kartu Tani Digital untuk pupuk bersubsidi ini, Presiden turut didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki dan Dirut BSI Hery Gunardi.

