1. Beranda
  2. Wisata

Pucok Krueng Aceh Besar, Surga Hulu Sungai dengan Air Biru Jernih di Balik Tebing Karst

Oleh ,

KOALISI.co – Pesona wisata alam di Kabupaten Aceh Besar kembali menghadirkan destinasi yang memikat hati para pelancong. Di balik perbukitan hijau Kecamatan Lhoknga, tepatnya di Desa Mon Ikeun, tersimpan sebuah keindahan alam yang masih alami dan belum banyak terjamah, yaitu Pucok Krueng.

Destinasi ini dikenal sebagai “surga tersembunyi” yang menawarkan kejernihan air luar biasa dengan suasana yang tenang dan menenangkan. Pucok Krueng menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk perkotaan dan menikmati ketenangan alam.

Duta Wisata Kabupaten Aceh Besar, Resa Raditia, mengatakan bahwa Pucok Krueng memiliki daya tarik unik yang sulit ditemukan di tempat lain. “Pucok Krueng menawarkan pengalaman yang berbeda. Airnya sangat jernih dengan warna biru kehijauan yang alami, ditambah suasana yang masih sangat asri. Ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan,” ujarnya, kepada KOALISI.co, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Air Terjun Suhom Aceh Besar, Destinasi Wisata Alam Sejuk dan Asri yang Wajib Dikunjungi

Secara etimologi, nama Pucok Krueng berasal dari bahasa Aceh yang berarti hulu sungai. Lokasi ini memang merupakan titik awal aliran sungai yang keluar dari dalam gua di kaki tebing karst. Air yang mengalir dari celah bebatuan tersebut membentuk kolam alami yang jernih dengan warna biru kehijauan yang memikat.

Pemandangan di kawasan ini semakin sempurna dengan keberadaan tebing kapur yang menjulang tinggi serta perbukitan hijau yang mengelilinginya. Kombinasi elemen alam tersebut menciptakan suasana yang sejuk dan alami, menjadikan Pucok Krueng sebagai tempat yang ideal untuk relaksasi.

Banyak wisatawan yang datang untuk berenang, berendam, atau sekadar menikmati panorama alam. Air yang jernih memungkinkan pengunjung melihat dasar kolam, meski di beberapa titik memiliki kedalaman yang cukup dalam. Oleh karena itu, pengunjung tetap diimbau untuk berhati-hati, terutama karena dasar kolam yang berbatu.

Kolam alami di Pucok Krueng, salah satu destinasi wisata alam tersembunyi di Kabupaten Aceh Besar yang menawarkan suasana sejuk dan tenang. Dok. Duta Wisata Kabupaten Aceh Besar, Resa Raditia.

Menurut Resa Raditia, potensi wisata Pucok Krueng sangat besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan. “Keindahan alam seperti ini harus dijaga bersama. Selain menjadi tempat wisata, Pucok Krueng juga memiliki nilai ekologis yang penting,” katanya.

Untuk mencapai lokasi, wisatawan perlu menempuh perjalanan sekitar 30 hingga 45 menit dari Banda Aceh dengan jarak kurang lebih 16 kilometer. Perjalanan menuju lokasi cukup menantang karena harus melewati area perkebunan dan jalan berbatu.

Kendaraan roda dua maupun roda empat dapat digunakan hingga titik tertentu, sebelum perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Meski cukup menantang, pengalaman selama perjalanan menjadi bagian dari daya tarik tersendiri. Hamparan alam yang hijau dan udara segar menjadi teman sepanjang perjalanan menuju lokasi.

Baca Juga: Cokbang Sabang, Cokelat Ikonik Pulau Weh yang Wajib Dicicipi Wisatawan

Setibanya di Pucok Krueng, rasa lelah selama perjalanan seolah terbayar lunas dengan pemandangan alam yang memukau. Air yang jernih, suasana yang tenang, serta keindahan tebing karst menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.

Sebagai destinasi yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat, fasilitas di kawasan ini masih tergolong sederhana. Tersedia beberapa pondok kayu yang dapat digunakan untuk beristirahat serta musala kecil bagi pengunjung. Meski demikian, kondisi ini justru menjadi daya tarik tersendiri karena keaslian alam tetap terjaga.

“Justru kesederhanaan fasilitas menjadi nilai plus, karena wisatawan bisa merasakan suasana alam yang benar-benar alami tanpa banyak intervensi,” ujar Resa Raditia.

Kejernihan air Pucok Krueng di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dengan warna biru kehijauan yang memukau di antara tebing karst alami. Dok. Duta Wisata Kabupaten Aceh Besar, Resa Raditia.

Pucok Krueng biasanya ramai dikunjungi pada akhir pekan dan hari libur. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hingga siang hari, ketika cahaya matahari memperjelas warna air yang memukau. Pantulan cahaya di permukaan air menciptakan efek visual yang indah dan sangat cocok untuk fotografi.

Selain berenang, lokasi ini juga populer sebagai spot foto karena keindahan alamnya yang estetis. Banyak pengunjung yang memanfaatkan latar tebing karst dan air biru jernih untuk mengabadikan momen. Tidak sedikit pula yang datang untuk piknik santai bersama keluarga dan teman.

Keberadaan Pucok Krueng juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Aktivitas wisata membuka peluang ekonomi baru, mulai dari jasa parkir hingga penjualan makanan dan minuman sederhana.

Baca Juga: Paddleboard di Pulau Weh Jadi Daya Tarik Baru Wisata Sabang, Tawarkan Sensasi Alam dan Estetika Foto

Namun demikian, menjaga kelestarian lingkungan tetap menjadi hal yang utama. Kesadaran wisatawan untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan kawasan sangat diperlukan agar keindahan Pucok Krueng tetap terjaga.

Resa Raditia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian destinasi ini. “Kami berharap wisatawan yang datang bisa ikut menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Dengan begitu, Pucok Krueng bisa terus menjadi destinasi unggulan yang membanggakan Aceh Besar,” tutupnya.

Dengan perpaduan air yang jernih, tebing karst yang megah, serta suasana yang tenang, Pucok Krueng menjadi salah satu destinasi wisata alam yang layak untuk dijelajahi. Tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman menyatu dengan alam yang memberikan ketenangan dan kesegaran bagi setiap pengunjung.

Baca Juga