Rahul Resmi Maju Ketua Umum PNA, Target Satukan Kader dan Kembalikan Kejayaan Partai
Didukung 18 DPW, Misbahul Munir optimistis membawa Partai Nanggroe Aceh kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan pada Pemilu mendatang.
KOALISI.co – Misbahul Munir atau yang akrab disapa Rahul resmi menyatakan kesiapannya memimpin Partai Nanggroe Aceh (PNA) dengan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PNA periode 2026–2031. Langkah tersebut menjadi sinyal dimulainya babak baru kebangkitan partai lokal yang pernah menjadi salah satu kekuatan politik penting di Aceh.
Rahul menyerahkan langsung berkas pencalonannya di Sekretariat Panitia Kongres II PNA, Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Senin (3/8/2026). Berkas tersebut diterima Ketua Steering Committee (SC) Kongres II PNA, Zamzami A. Rani atau Abu Tausi, didampingi Ketua Panitia Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli, serta jajaran panitia.
Baca Juga: Misbahul Munir Resmi Daftar Calon Ketua Umum PNA periode 2026-2031, Kantongi Dukungan 18 DPW
Kehadiran Rahul bersama rombongan pengurus dan kader PNA mendapat perhatian luas karena hingga hari ketiga pendaftaran, ia menjadi kandidat yang telah mengantongi dukungan mayoritas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA di Aceh.
Ketua Panitia Pelaksana Kongres II PNA, Tgk. Nurdin Ramli, menyebutkan sebanyak 18 DPW telah memberikan dukungan kepada Misbahul Munir untuk maju sebagai calon Ketua Umum PNA.
"Masih ada lima DPW yang belum menentukan sikap. Namun, sesuai mekanisme organisasi, dukungan yang telah diberikan tetap dapat berubah hingga tahapan penetapan calon," ujarnya.
Baca Juga: PNA Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya
Meski demikian, panitia memastikan proses pendaftaran masih dibuka hingga batas waktu yang telah ditentukan sehingga peluang bagi kader lain untuk maju sebagai calon Ketua Umum PNA tetap terbuka.
Bagi Rahul, dukungan tersebut bukan sekadar modal politik, melainkan amanah besar untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Partai Nanggroe Aceh.
Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan para pengurus DPW dan menegaskan bahwa PNA membutuhkan persatuan agar mampu kembali menjadi partai yang memiliki pengaruh dalam pembangunan Aceh.
Baca Juga: PNA Bersatu Menuju Kongres II, DPP dan DPW Sepakat Bangkit Pulihkan Kejayaan Partai
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus DPW yang telah memberikan dukungan. Kebersamaan ini menjadi modal penting untuk membangkitkan kembali Partai Nanggroe Aceh," kata Rahul.
Menurutnya, PNA memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik Aceh sehingga perlu dikembalikan menjadi rumah besar bagi seluruh kader tanpa membedakan kelompok maupun kepentingan.
Rahul menegaskan seluruh persyaratan pencalonan telah dipenuhi sesuai ketentuan yang ditetapkan panitia Kongres II PNA.
Baca Juga: Kongres II PNA Digelar Awal Agustus 2026, DPP Matangkan Persiapan Pelaksanaan
Apabila dipercaya memimpin partai, ia akan memprioritaskan pembenahan organisasi dari tingkat pusat hingga daerah. Langkah tersebut meliputi penguatan struktur kepengurusan, konsolidasi internal, serta mengembalikan kader-kader yang selama ini tidak lagi aktif dalam kegiatan partai.
Selain memperkuat organisasi, Rahul juga berkomitmen membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PNA melalui program-program yang lebih dekat dengan kebutuhan rakyat.
Ia menilai tantangan terbesar yang dihadapi partai saat ini adalah mempersiapkan diri menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual sebagai syarat menjadi peserta Pemilu berikutnya.
"Kami akan bekerja keras agar PNA lolos seluruh tahapan verifikasi. Setelah itu, kami akan membangun mesin partai yang solid, merangkul kembali seluruh kader terbaik, dan menjadikan PNA kembali sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Aceh," tegasnya.
Rahul juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan dengan memberikan ruang lebih luas kepada kader muda untuk berkontribusi dalam membangun partai.
Menurutnya, kombinasi pengalaman para senior dan semangat generasi muda akan menjadi fondasi kuat dalam membawa PNA menghadapi dinamika politik Aceh yang semakin kompetitif.
Kongres II Partai Nanggroe Aceh dijadwalkan berlangsung pada 8–9 Agustus 2026 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh. Forum tersebut akan menentukan nahkoda baru yang akan memimpin PNA selama lima tahun ke depan sekaligus menyusun arah perjuangan partai menuju Pemilu mendatang.

