1. Beranda
  2. News

In-Depth

Retaknya Ruang Pengungsian Warga

Oleh ,

Dampak jangka panjang dari kebijakan pendataan yang timpang ini dinilai Masri sangat berbahaya bagi ekosistem gotong royong pedesaan di Aceh Timur ke depan. Naluri kemanusiaan warga terancam luntur akibat kecemburuan sosial yang dipicu oleh birokrasi.

"Kita khawatir, rasa kepedulian sesama untuk ke depan akan luntur, dan ini memang nyata terjadi meski tidak menjadi sorotan publik. Gegara bantuan dari pemerintah, naluriah manusiawinya menjadi luntur. Kita bukan menolak bantuan, malah menuntut agar masyarakat yang merasakan dampak secara tidak langsung ini juga diperhatikan. Memang di Kabupaten Aceh Timur sangat buruk dalam pendataan bencana, bahkan sampai sekarang juga belum tuntas," pungkas Masri.

Peringatan Puncak Musim Penghujan
Di tengah polemik sosial dan trauma masa lalu yang belum tuntas, alarm alam terus berdetak tanpa kompromi. Ancaman banjir luapan dalam waktu dekat bukan lagi sekadar spekulasi warga di pinggiran sungai.

Baca Juga: Gubernur Aceh Tetapkan Perpanjangan Ketiga Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh, Nofrida Handayani Sodik, Senin (26/10) menyatakan bahwa kondisi cuaca di Kabupaten Aceh Timur dalam beberapa hari ke depan masih akan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. Di beberapa titik, guyuran hujan juga diprediksi disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Kondisi ini diperkirakan akan terus meningkat mengingat wilayah Aceh Timur segera memasuki gerbang puncak musim hujan tahunan.
"Kami imbau untuk warga yang tinggal di dekat daerah aliran sungai untuk hati-hati ketika frekuensi hujan lebih sering terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat," ujar Nofrida.

Bagi warga Peunaron Baru dan Seumanah Jaya, imbauan dari BMKG tersebut menjadi penanda pasti, waktu untuk bersiap semakin sempit. Di bawah langit Aceh Timur yang kian gelap, ketangguhan mereka kini diuji pada dua lini sekaligus; merawat mesin sampan darurat agar tetap menyala, sekaligus merawat sisa-sisa rasa percaya antar-tetangga agar pintu rumah pengungsian swadaya tidak tertutup rapat saat air bah datang mengepung gampong.

Baca Juga