Sungai Krueng Peutoe Meluap, Tiga Gampong di Lhoksukon Aceh Utara Terendam Banjir
KOALISI.co – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Utara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Krueng Peutoe meluap hingga memicu banjir di Kecamatan Lhoksukon, Rabu (21/10/2026).
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Utara, banjir mulai terjadi sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter.
Luapan air menggenangi badan jalan lintas Lhoksukon–Cot Girek serta memasuki sejumlah permukiman warga. Selain itu, kejadian tersebut juga mengakibatkan abrasi pada tanggul sungai.
Baca juga: Petani di Aceh Utara Meninggal Tertimpa Patahan Pohon Kelapa
Tiga gampong yang terdampak banjir yakni Gampong Meunasah Krueng, Gampong Dayah, dan Gampong Meunasah Pante, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.
Dalam laporan perkembangan yang diperbarui pada pukul 21.00 WIB, BPBD Aceh Utara menyatakan pendataan terhadap warga terdampak masih berlangsung. Hingga laporan tersebut diterima, belum ada laporan korban luka-luka, korban meninggal dunia, maupun warga yang mengungsi.
BPBD juga belum mencatat adanya kerusakan material maupun kebutuhan mendesak akibat banjir dalam laporan sementara tersebut.
Baca juga: Polresta Banda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah Mulai 26 Oktober
Menanggapi kejadian itu, Tim SAR/Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Aceh Utara bersama Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi wilayah terdampak sekaligus memantau perkembangan situasi setelah luapan Sungai Krueng Peutoe menggenangi jalan dan permukiman warga.
Di sisi lain, petugas Pusdalops-PB BPBD Aceh Utara tetap bersiaga untuk memantau perkembangan situasi kebencanaan di seluruh wilayah kabupaten.
Baca juga: Sayuti Achmad Serahkan Surat Dukungan dari 15 Daerah untuk Maju Calon Ketua PWI Aceh
Pemantauan mencakup 27 kecamatan dan 852 gampong/desa. Informasi dihimpun melalui komunikasi radio, laporan camat, WhatsApp, media sosial, serta laporan masyarakat.
Berdasarkan laporan terakhir BPBD Aceh Utara, air banjir dilaporkan telah surut dan kondisi di lokasi terdampak berangsur kondusif.
Meski demikian, pendataan dampak banjir masih berlangsung, termasuk pemantauan terhadap warga terdampak dan kondisi abrasi tanggul sungai.
Baca juga: Gubernur Mualem Minta Bupati/Walikota se-Aceh Siapsiaga Potensi Bencana
Informasi kejadian tersebut dihimpun Pusdalops-PB BPBD Aceh Utara berdasarkan laporan Camat Lhoksukon dan geuchik setempat.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat meningkatkan debit sungai dan memicu banjir susulan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan rawan banjir.

