1. Beranda
  2. Pariwara

Trauma Healing DPKA Aceh, Cerita Penuh Harapan untuk Anak-anak Terdampak Bencana

Oleh ,

KOALISI.co - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA) menggelar kegiatan trauma healing melalui metode storytelling atau mendongeng sebagai bentuk dukungan psikososial bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DPKA dalam membantu proses pemulihan mental dan emosional masyarakat pascabencana melalui pendekatan literasi yang edukatif dan menyenangkan.

Kegiatan yang berlangsung di SD Samudera, Kabupaten Aceh Utara, tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi media untuk membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri, dan optimisme mereka. Melalui cerita-cerita inspiratif yang dikemas secara interaktif, anak-anak diajak mengekspresikan perasaan, mengurangi kecemasan, serta perlahan melupakan pengalaman traumatis yang dialami akibat bencana.

Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan pada infrastruktur dan harta benda, tetapi juga berdampak besar terhadap kondisi psikologis masyarakat. Anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan mengalami trauma karena belum memiliki kemampuan yang matang dalam mengelola emosi ketika menghadapi situasi darurat. Oleh karena itu, pemulihan mental menjadi bagian penting yang harus dilakukan bersamaan dengan proses rehabilitasi fisik.

Baca Juga: Perpustakaan Tak Lagi Sekadar Rak Buku, Librari Teater DPKA Jadi Magnet Baru Literasi

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, DPKA memilih pendekatan storytelling sebagai media trauma healing. Metode ini dinilai efektif karena mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membantu anak-anak membangun kembali rasa percaya diri melalui cerita yang mengandung pesan keberanian, empati, kebersamaan, dan semangat untuk bangkit setelah menghadapi musibah.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Syahrul, SH., mengatakan perpustakaan memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar menyediakan koleksi bacaan. Menurutnya, perpustakaan juga menjadi ruang pembelajaran sepanjang hayat yang mampu memberikan manfaat sosial, termasuk mendukung pemulihan psikologis masyarakat yang terdampak bencana.

"Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga memiliki fungsi sosial dalam membangun ketahanan masyarakat. Melalui kegiatan trauma healing ini kami ingin menghadirkan ruang yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk kembali tersenyum, belajar, dan memulihkan semangat mereka," ujar Syahrul.

Baca Juga: DPKA Aceh Bertransformasi Jadi Ruang Tumbuh Generasi, Perpustakaan Modern yang Melahirkan Inovasi

Ia menjelaskan, pendekatan storytelling dipilih karena mampu menyampaikan pesan-pesan positif dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak. Melalui dongeng, mereka diajak mengenal nilai keberanian, saling tolong-menolong, rasa syukur, serta keyakinan bahwa setiap kesulitan dapat dilewati dengan semangat dan kebersamaan.

"Kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak-anak kembali tersenyum, merasa lebih tenang, dan memiliki semangat baru menjalani hari-hari ke depan. Cerita yang disampaikan bukan hanya hiburan, tetapi juga membawa pesan keberanian, harapan, dan semangat bangkit menghadapi kesulitan," katanya.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dipandu oleh para pendongeng. Suasana yang semula dipenuhi rasa canggung berubah menjadi penuh keceriaan. Gelak tawa, tepuk tangan, dan interaksi aktif terlihat mewarnai kegiatan tersebut. Selain mendengarkan dongeng, anak-anak juga diajak bernyanyi, bermain permainan edukatif, serta berpartisipasi dalam berbagai aktivitas yang bertujuan membangun kembali rasa percaya diri mereka.

Suasana penuh keceriaan mewarnai kegiatan trauma healing DPKA Aceh saat anak-anak antusias mengikuti dongeng edukatif yang sarat pesan semangat, keberanian, dan harapan.

Menurut Syahrul, proses pemulihan psikologis pascabencana membutuhkan waktu dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, relawan, tenaga pendidik, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga pendidik, dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Sinergi yang kuat dinilai menjadi modal utama dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Kepedulian dan kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah bencana," ujarnya.

Baca Juga: DPKA Aceh Hadirkan Ruang Baca Ramah Anak, Tumbuhkan Minat Literasi Sejak Usia Dini

Melalui kegiatan trauma healing berbasis literasi ini, DPKA berharap proses pemulihan psikologis, khususnya bagi anak-anak, dapat berlangsung secara bertahap. Anak-anak diharapkan mampu kembali menjalani aktivitas belajar dengan lebih percaya diri, ceria, dan penuh harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Selain menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia. Literasi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan membaca, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang mampu memperkuat karakter, meningkatkan ketahanan mental, dan membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Ke depan, DPKA Aceh berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program literasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah yang terdampak bencana. Pendekatan humanis melalui buku, cerita, dan aktivitas edukatif diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pemulihan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat budaya literasi di Aceh.

Kegiatan trauma healing tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara, Kapolsek Kecamatan Aceh Utara, Koramil Kecamatan Aceh Utara, Camat Kecamatan Aceh Utara, para guru, relawan, serta masyarakat setempat yang bersama-sama memberikan dukungan bagi anak-anak terdampak bencana.

Baca Juga