Bustanussalatin Jadi Destinasi Wisata Favorit untuk Bersantai dan Menikmati Sejarah di Banda Aceh

KOALISI.co – Di tengah kesibukan Kota Banda Aceh, Taman Bustanussalatin hadir sebagai salah satu destinasi wisata yang menawarkan perpaduan antara ruang terbuka hijau, sejarah, dan suasana kota yang nyaman. Berlokasi di kawasan Taman Sari, taman ini menjadi pilihan favorit warga maupun wisatawan yang ingin menikmati waktu santai sambil mengenal lebih dekat warisan sejarah Kesultanan Aceh.
Menjelang sore hari, suasana Bustanussalatin mulai dipenuhi pengunjung. Anak-anak tampak riang bermain di area taman, keluarga menggelar tikar di hamparan rumput hijau, sementara wisatawan sibuk mengabadikan momen dengan latar bangunan ikonik yang berdiri megah di tengah taman. Semilir angin yang berembus serta suasana teduh menjadikan tempat ini semakin nyaman untuk bersantai setelah beraktivitas.
Sebagai salah satu ruang publik terbaik di Banda Aceh, Bustanussalatin menawarkan lebih dari sekadar taman kota. Lokasinya yang berada di pusat ibu kota Provinsi Aceh membuat destinasi ini mudah dijangkau dari berbagai arah. Hanya beberapa langkah dari Masjid Raya Baiturrahman, taman ini juga berada dalam satu kawasan wisata bersejarah bersama Gunongan, Pinto Khop, Rumoh Aceh, Krueng Daroy, dan sejumlah situs peninggalan Kesultanan Aceh Darussalam.
Baca Juga: Keindahan Songket Aceh Besar, Warisan Budaya yang Tetap Bertahan di Era Modern
Keberadaan berbagai objek wisata dalam satu kawasan menjadikan Bustanussalatin sebagai destinasi yang sangat ideal bagi wisatawan. Dalam satu kunjungan, pengunjung dapat menikmati keindahan ruang terbuka hijau sekaligus menelusuri jejak sejarah dan budaya Aceh yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa kawasan ini memiliki sejarah panjang. Sebelum dikenal dengan nama Bustanussalatin, taman ini lebih dahulu dikenal sebagai Taman Ghairah, kemudian berubah menjadi Taman Sari. Nama Bustanussalatin mulai digunakan setelah dibangunnya bangunan ikonik yang kini menjadi pusat perhatian pengunjung.
Sejarawan Aceh, Tarmizi A. Hamid, menjelaskan bahwa nama Bustanussalatin berasal dari kitab monumental karya ulama besar Aceh, Syekh Nuruddin Ar-Raniry.
Baca Juga: Guha Batee Meucanang, Wisata Alam dan Legenda di Aceh Selatan yang Kian Memikat Wisatawan
"Dulu namanya tetap Taman Sari, bukan Bustanussalatin. Nama Bustanussalatin sendiri berasal dari naskah karya Syekh Nuruddin Ar-Raniry yang berarti Taman Raja-Raja," kata Tarmizi.
Dalam bahasa Melayu klasik, Bustanussalatin berarti Taman Raja-Raja. Pada masa Kesultanan Aceh, kawasan ini menjadi taman kerajaan yang digunakan sebagai tempat beristirahat dan bersantai bagi keluarga istana. Letaknya yang berdekatan dengan Gunongan memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai ruang rekreasi bagi Sultan Iskandar Muda dan Putroe Phang.
Seiring perkembangan zaman, kawasan ini direvitalisasi oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dan sejak 2017 difungsikan sebagai taman kota yang terbuka bagi masyarakat. Kini Bustanussalatin berkembang menjadi salah satu ikon wisata yang ramai dikunjungi setiap hari.

Bangunan utama yang berada di tengah taman menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung dapat menaiki bangunan melalui tangga di bagian depan maupun sisi kanan dan kiri. Dari atas bangunan, panorama Kota Banda Aceh terlihat begitu memukau. Kubah Masjid Raya Baiturrahman tampak menjulang anggun, sementara lanskap pusat kota menjadi latar yang sempurna untuk menikmati pemandangan maupun berburu foto.
Saat matahari mulai condong ke barat, suasana taman semakin hidup. Banyak wisatawan memilih duduk di hamparan rumput sambil menikmati angin sore. Sebagian lainnya memanfaatkan fasilitas internet gratis yang tersedia, sementara anak-anak bermain dengan riang di area permainan yang telah disediakan.
Keberadaan taman bermain, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta area terbuka yang luas menjadikan Bustanussalatin sebagai destinasi favorit keluarga. Tidak sedikit pula wisatawan yang datang hanya untuk menikmati suasana santai sembari menyeruput kopi atau kuliner khas Aceh yang banyak dijumpai di sekitar kawasan taman.
Baca Juga: Pesona Pulau Gosong Aceh Barat Daya, Surga Tersembunyi di Ujung Serangga
Agam Duta Wisata Banda Aceh, Sagti Aprilian, mengatakan Bustanussalatin merupakan salah satu ruang terbuka terbaik yang dimiliki Kota Banda Aceh karena menghadirkan suasana nyaman sekaligus menyimpan nilai sejarah yang tinggi.
"Banyak wisatawan datang untuk menikmati udara sore, berfoto, atau sekadar merasakan suasana khas Banda Aceh dari ruang terbuka yang asri," kata Sagti, Selasa, (16/6/2026).
Menurutnya, Bustanussalatin mencerminkan wajah Banda Aceh sebagai kota yang hijau, bersih, nyaman, dan ramah bagi wisatawan. Keberadaan taman ini juga menjadi pelengkap berbagai destinasi sejarah dan religi yang berada di sekitarnya.
Baca Juga: Jejak Arsitektur Kolonial di Sabang, Warisan Sejarah yang Memperkaya Wisata Pulau Weh
Lokasi Bustanussalatin berada di Jalan Teuku Abu Lam U, tepat di depan Balai Kota Banda Aceh dan hanya sekitar 100 meter dari Masjid Raya Baiturrahman. Akses menuju taman sangat mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, sehingga wisatawan dapat memasukkan destinasi ini ke dalam rangkaian perjalanan wisata di pusat Kota Banda Aceh.
Berkunjung ke Bustanussalatin bukan hanya menghadirkan pengalaman menikmati ruang terbuka hijau, tetapi juga kesempatan untuk mengenal sejarah panjang Kesultanan Aceh, menikmati panorama kota, hingga merasakan keramahan masyarakat setempat.
Dengan suasana yang nyaman, fasilitas yang memadai, serta lokasinya yang strategis, Bustanussalatin menjadi destinasi yang layak masuk dalam daftar kunjungan saat menjelajahi keindahan Kota Banda Aceh.




Komentar