1. Beranda
  2. News

Aceh Bersatu dalam Pemulihan Pasca Bencana, Wali Nanggroe Ajak Masyarakat Zikir Bersama

Oleh ,

KOALISI.co - Bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir telah menguji ketangguhan masyarakat. Curah hujan ekstrem menyebabkan banjir dan tanah longsor, meninggalkan duka dan kerugian yang signifikan.

Di tengah situasi yang memprihatinkan ini, harapan akan kebersamaan semakin menguat. Solidaritas dari relawan, mahasiswa, pemerintah, dan warga yang bergerak spontan menunjukkan semangat gotong royong yang masih hidup di Tanah Rencong.

Dari luka dan kepedihan yang ditinggalkan bencana, muncul semangat untuk saling mendukung dan bangkit bersama. Masyarakat Aceh menunjukkan bahwa kesatuan langkah dan kekuatan hati adalah modal utama untuk melewati masa sulit ini.

Baca juga: Pemerintah Aceh Desak Pusat Permudah Izin Bantuan Internasional untuk Korban Bencana

Dengan saling menguatkan dan percaya, Aceh kembali membuktikan bahwa setinggi apapun ujian, kekompakan dan kepedulian akan selalu menjadi cahaya yang menerangi jalan menuju pemulihan.

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian bersama, Lembaga Wali Nanggroe Aceh akan menggelar kegiatan ‘Aceh Berzikir dan Doa Bersama’ pada Senin (15/12/2025), di halaman Gedung Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Aceh Besar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat spiritualitas masyarakat serta memohon keselamatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah yang terjadi di Aceh.

Selain itu, Lembaga Wali Nanggroe Aceh telah membuka Posko Bantuan Bencana Hidrometeorologi di halaman Gedung Lembaga Wali Nanggroe Aceh.

Baca juga: Pemerintah Aceh Larang Ambil Kayu di Kawasan Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor Tanpa Izin

Posko ini beroperasi mulai 13-16 Desember 2025, menjadi pusat penerimaan dan penyaluran bantuan tanggap bencana, seperti bahan pokok, pakaian layak pakai, selimut, obat-obatan, dan kebutuhan darurat lainnya.

Posko ini menerima donasi dari berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi masyarakat, pegawai, dan warga yang ingin membantu meringankan beban korban bencana.

Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Abdullah Hasbullah, menyatakan bahwa kegiatan ‘Aceh Berzikir dan Doa Bersama’ dirancang sebagai momen refleksi, di mana masyarakat Aceh dapat berkumpul, berdoa, dan memohon keselamatan bagi saudara-saudara mereka yang tengah menghadapi kesulitan.

Menurutnya, ini juga menjadi ruang untuk menyatukan kebersamaan dalam upaya penanggulangan dan pemulihan pasca bencana.

“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Melalui zikir dan doa bersama, kita berharap Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kekuatan, dan kesabaran kepada seluruh masyarakat Aceh, khususnya yang terdampak langsung dengan bencana,” ujar Abdullah Hasbullah di Aceh Besar, Sabtu (13/12/2025).

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengundang seluruh elemen masyarakat, termasuk alim ulama, kepala daerah, OPD, santri, mahasiswa, paguyuban se-Aceh, pengusaha, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk hadir bersama dalam kebersamaan spiritual ini.

Terkait posko bantuan, Abdullah menjelaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan pihak terkait lainnya untuk memastikan bantuan yang terkumpul dapat disalurkan secara tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

"Kami mengajak seluruh pihak, baik perorangan maupun lembaga, untuk berpartisipasi aktif dalam menyalurkan donasi melalui posko bantuan ini. Setiap bentuk kepedulian, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita di lokasi bencana. Solidaritas adalah kunci pemulihan," ajaknya.

Abdullah menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pendorong semangat kebangkitan kolektif, menegaskan kembali nilai-nilai luhur Aceh dalam menghadapi tantangan, dan menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah warisan paling berharga di tengah bencana.

“Kebersamaan adalah warisan paling berharga di tengah bencana. Meski Aceh saat ini sedang dilanda duka, tapi Aceh membuktikan kepada dunia bahwa bangsa ini tidak pernah menyerah untuk bangkit. Solidaritas dan kepedulian yang mengalir hari ini adalah fondasi terkokoh yang menjamin proses pemulihan. Dengan semangat kebersamaan yang ada hari ini, kami yakin Aceh bisa kembali tegak, menjadi lebih kuat dan jauh lebih kompak dalam menyongsong masa depan,” pungkasnya. (*)

Baca Juga