Banjir Bandang Aceh Utara Rusak Parah Fasilitas Kesehatan, Puskesmas Langkahan Belum Beroperasi Normal
KOALISI.co - Musibah banjir bandang yang menerjang Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pada Rabu (26/11/2025) tidak hanya menyebabkan puluhan ribu warga terdampak dan mengungsi, namun juga merusak sejumlah fasilitas penting termasuk layanan kesehatan di daerah tersebut.
Ribuan rumah warga diperkirakan rusak akibat dahsyatnya gelombang air banjir. Selain itu, ruas jalan kecamatan dan desa serta fasilitas pendidikan berupa gedung sekolah juga mengalami kerusakan. Salah satu fasilitas kesehatan yang terkena dampak parah adalah Puskesmas Langkahan.
Kepala Puskesmas Langkahan, Suwardi, menyampaikan bahwa banyak fasilitas kesehatan rusak akibat banjir, antara lain mobil ambulance, gedung puskesmas, serta alat elektronik seperti peralatan USG, peralatan laboratorium, dan komputer.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Utara Rusak 383 Sekolah, Pemerintah Canangkan Kurikulum Darurat
"Banjir merusak fasilitas kesehatan, bahkan dua unit mobil ambulance hanyut dibawa gelombang air bandang ke sekolah SD 2 Langkahan," ujar Suwardi kepada KOALISI.co pada Senin (22/12/2025).
Meski demikian, layanan kesehatan pasca banjir sudah sedikit membaik setelah adanya bantuan dari tim relawan, TNI, Polri, dan warga yang turut membantu membersihkan gedung puskesmas.
"Kami sudah membuka layanan satu pintu UGD, walaupun belum normal kita harus optimal dan relawan kesehatan juga sudah tersebar di beberapa posko pengungsian," katanya.
Baca juga: Banjir Bandang Akhir November Pasang Kerugian Pertanian Aceh Lebih dari Rp 1 Triliun
Menurut Suwardi, kondisi listrik yang masih padam menjadi hambatan utama dalam melayani korban banjir pada malam hari. Kendala ini cukup berpengaruh dalam pelayanan kesehatan di lapangan.
"Namun kami akan bekerja optimal karena dibantu tim relawan kesehatan dari kementerian. Terimakasih kepada para relawan yang masih membantu kami, berharap pemerintah segera memberikan bantuan alat kesehatan dan mobil ambulance untuk mengatasi situasi ini," tutupnya.(*)

