Banjir Bandang Akhir November Pasang Kerugian Pertanian Aceh Lebih dari Rp 1 Triliun
KOALISI.co - Sektor pertanian di Aceh mengalami kerugian sangat besar akibat banjir bandang yang melanda sejumlah kabupaten/kota pada akhir November lalu. Kerusakan terparah terjadi pada komoditas padi sawah, dengan total lahan terdampak mencapai 89.582 hektare (ha).
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Ir. Cut Huzaimah, MP, mengungkapkan bahwa total luas baku sawah di Aceh adalah 202.811 ha. Dari lahan yang terdampak, hanya sebagian yang masih dapat diselamatkan ujarnya, Senin (22/12/2025).
"Dari 89.582 ha yang terkena, yang masih bisa ditanami padi itu 62.517 ha. Sementara itu, yang tidak bisa ditanami padi lagi ada 27.065 ha karena tertutup lumpur. Tidak ada lagi bantaran sawah sampai ketinggian 1 sampai 1,5 meter," jelasnya.
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Utara Rusak 383 Sekolah, Pemerintah Canangkan Kurikulum Darurat
Kondisi lumpur tebal menyebabkan hampir seluruh tanaman terdampak mengalami puso. "Banjir kali ini memang puso semua yang ditanam karena diiringin oleh lumpur. Biasanya, bencana banjir airnya surut, kalau padi tergenang tiga hari tidak ada masalah. Kalau ini memang puso dan tidak mungkin diselamatkan lagi," tegas Cut Huzaimah.
Estimasi kerugian sementara khusus untuk sawah mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp 1 triliun. "Estimasi kerugian untuk sawah sudah sampai 1 triliun lebih, tepatnya 1 triliun 164 miliar," ujarnya, menambahkan bahwa banyak petani yang seharusnya sudah panen namun gagal akibat curah hujan deras dan banjir.
Baca juga: Nestapa Banjir Bandang, Aceh Utara Juga Berduka, Kini Korban Hidup Dalam Ketidakpastian
Selain sawah, beberapa komoditas lain juga terdampak:
- Jagung: 767 ha di empat kabupaten
- Hortikultura (cabai, bawang, kentang): 1.009 ha di 11 kabupaten/kota
- Perkebunan (kakao, kelapa, kopi): 13.023 ha
Total lahan pertanian dan perkebunan yang tercatat di Posko Tanggap Darurat mencapai 14.799 ha (gabungan jagung dan komoditi lain). Cut Huzaimah mengingatkan bahwa data kerugian ini belum final dan akan terus diperbarui.(*)

