Bantuan Meugang PGE Dinilai Tak Tepat Sasaran
KOALISI.co - Pembagian bantuan 10 ekor sapi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk kebutuhan daging meugang menuai protes dari masyarakat.
Bantuan tersebut dinilai tidak tepat sasaran karena tidak dibagikan kepada warga yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan atau yang dikenal sebagai wilayah ring I.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Zulfadhli, yang akrab disapa Bung Adel menyampaikan keberatan atas kebijakan tersebut.
Baca Juga: BPMA dan PT PGE Temukan Cadangan Gas Baru di Aceh Utara
Ia menilai manajemen PGE mengabaikan masyarakat yang selama ini terdampak langsung oleh aktivitas perusahaan.
“Apabila kehadiran PGE tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, lebih baik ditutup saja,” kata Bung Adel kepada KOALISI.co, Selasa (17/2/2026) malam.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya, bantuan daging meugang diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang berdomisili di desa-desa wilayah ring I, yang meliputi Kecamatan Syamtalira Aron, Nibong, Tanah Luas, dan Matangkuli.
Baca Juga: 1.109 Sapi Meugang Bantuan Presiden Disalurkan Bupati Aceh Utara Ayah Wa
Namun, kebijakan tersebut tidak diterapkan pada tahun ini.
Bung Adel menilai keputusan tersebut sangat tidak tepat, mengingat kondisi masyarakat ring I saat ini sedang mengalami tekanan ekonomi berat akibat banjir.
“Masyarakat ring I merupakan kelompok yang terdampak langsung bencana banjir. Perekonomian mereka porak-poranda, perkebunan dan pertanian mengalami gagal panen. Seharusnya pihak perusahaan lebih peduli,” ujarnya.
Baca Juga: Pj Gubernur Aceh Saksikan Perjanjian Kerjasama PT PGE dengan PT PEMA
Ia bahkan menegaskan bahwa pada tahun ini, bantuan semestinya tidak hanya diberikan kepada masyarakat ring I, tetapi juga ring II.
“Sebenarnya, untuk tahun ini, jangankan ring I, ring II pun layak mendapatkan bantuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bung Adel membandingkan kondisi tersebut dengan daerah lain yang memiliki perusahaan besar.
Baca Juga: Bantuan Meugang Presiden Dipastikan Berupa Daging, Bukan Uang Tunai
Menurutnya, desa-desa di sekitar perusahaan umumnya dijadikan desa binaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
“Di daerah lain, desa-desa sekitar perusahaan dijadikan desa binaan. Namun di sini tidak. Ini sangat aneh,” pungkasnya.

