BYTRA Fasilitasi Pembentukan Kelompok Aren Perempuan di Bener Meriah
KOALISI.co - Bina Rakyat Sejahtera (BYTRA) Aceh memfasilitasi kegiatan pembentukan kelompok perempuan pengelola aren di Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo Bener Meriah, Aceh, pada Minggu (24/5/2026).
Direktur BYTRA Aceh, Muhadi melalui Manajer Program BYTRA, Rahmad mengatakan, kegiatan tersebut didukung oleh WWF Indonesia melalui program Together for People and Planet (TOPP) yang merupakan bagian dari Program PECI di Koridor Peusangan.
Rahmad menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas perempuan yang selama ini aktif mengolah dan menjual nira aren.
“Sekaligus mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” kata Rahmad kepada KOALISI.co.
Baca Juga: IDH Bersama BYTRA Aceh Salurkan Paket Ramadan di Langkahan
Dikatakan Rahmad, kegiatan itu diikuti para perempuan pengolah dan penjual nira aren, perangkat desa, serta tim BYTRA.
“Dalam musyawarah yang berlangsung, peserta sepakat membentuk kelompok perempuan pengelola aren yang diberi nama “Aren Enang-Enang”,” ujar Rahmad.
Selain itu, lanjut Rahmad, forum juga menetapkan kepengurusan kelompok yang terdiri dari 16 orang dengan Rahmawati terpilih sebagai ketua kelompok.
Baca Juga: 300 Petani di Langkahan Terima Program Dukungan Pemulihan Kebun Pascabencana
Rahmad menjelaskan, pembentukan kelompok tersebut menjadi langkah awal dalam penguatan tata kelola usaha nira aren di tingkat masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kelompok akan mempermudah koordinasi, peningkatan kapasitas, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan.
“Kelompok ini diharapkan mampu menjadi wadah bersama bagi perempuan pengelola aren dalam meningkatkan kualitas produksi, pengelolaan usaha, hingga memperluas akses pemasaran produk nira aren,” jelasnya.
Baca Juga: Bappenas dan USAID ke Aceh Utara, Ini Agendanya
Dalam diskusi yang berlangsung, peserta juga membahas rencana dan tahapan pengembangan nira aren mulai dari budidaya, proses produksi, hingga strategi pemasaran produk.
Selain itu, kata Rahmad, disepakati pula rencana tindak lanjut berupa penyusunan rencana aksi (action plan) pengelolaan nira aren sebagai acuan pengembangan kelompok ke depan.
“Program tersebut diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi perempuan desa sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan di wilayah Bener Meriah,” harap Rahmad.

