Cerita Neeraj Arora Nyesal Jual WhatsApp ke Mark Zuckerberg

Aplikasi
Ilustrasi (Pixabay)

"Anda ingat apa yang membuat produk ini istimewa: Komunikasi internasional. Untuk orang-orang (seperti saya) dengan keluarga di banyak negara, WhatsApp adalah cara untuk tetap terhubung-tanpa membayar SMS jarak jauh atau biaya panggilan," tutur dia.

Cara WhatsApp menghasilkan uang, lanjutnya, dengan menagih pengguna US$1 untuk mengunduh aplikasi. Facebook mengklaim mendukung misi dan visi WhatsApp.

Baca Juga: Cerita Singkat Layangan Putus; Berawal Dari Curhat di Media Sosial

Arora bahkan mengugah foto yang berisi catatan pendiri WhatsApp, Brian Acton.

"Tak ada iklan, tak ada gim, tak ada gimik," tulis Acton.

Saat mulai membahas akuisisi, WhatsApp dengan tegas menginginkan tidak ada penambangan data pengguna, tidak ada iklan, dan tidak ada pelacakan lintas platform.

"FB dan manajemen mereka setuju dan kami pikir mereka percaya pada misi kami. Namun, WhatsApp tampak berubah pada 2017 dan 2018," katanya.

Pada 2018, tepat saat rincian skandal Facebook/Cambridge Analytica terkuak, Brian Acton mengirimkan kicauan yang mengguncang media sosial, "Saatnya #Menghapusfacebook."

Baca di halaman selanjutnya >>>

Saat ini, kata Arora, WhatsApp adalah platform terbesar kedua Facebook, bahkan lebih besar dari Instagram atau FB Messenger.

Namun, hal tersebut adalah bayangan dari produk yang Arora dan tim curahkan dan ingin dikembangkan untuk dunia.

"Dan saya bukan satu-satunya yang menyesal telah menjadi bagian dari Facebook ketika itu terjadi," kata dia.

Baca Juga: Diskusi Ba’da Tarawih dengan Pemimpin Serambi Madinah [Edisi 4]

Dalam cuitan tersebut, ia mengatakan perusahaan teknologi perlu mengakui ketika melakukan kesalahan. Tidak ada yang tahu awalnya Facebook akan menjadi monster Frankenstein yang melahap data pengguna dan mengeluarkan uang kotor.

Menurutnya, demi membuat ekosistem Teknologi berkembang, semua pihak perlu membahas soal model bisnis yang menyebabkan produk, layanan, dan ide bermaksud baik malah menjadi salah.

Selanjutnya 1 2

Komentar

Loading...