Dari Mitos ke Nalar: Mengapa Sejarah Filsafat Masih Relevan di Zaman Digital
Di sinilah kita menyadari satu hal penting: ilmu pengetahuan modern tidak lahir dari ruang hampa. Ia adalah hasil perjalanan panjang sejarah filsafat. Sains, teknologi, bahkan cara kita berpikir kritis hari ini, semuanya berutang pada tradisi filsafat.
Maka, mempelajari sejarah filsafat bukanlah kegiatan “membaca masa lalu yang usang”. Justru sebaliknya, ia adalah latihan untuk menjadi manusia yang berpikir di tengah dunia yang semakin gaduh.
Filsafat mengajarkan kita untuk tidak mudah percaya, berani bertanya, dan tidak takut berbeda pendapat selama berpijak pada argumentasi rasional.
Baca Juga: Cara Masak MPASI Praktis, Cuma 10 Menit Bayi Sudah Bisa Makan Enak
Di era digital yang serba cepat ini, filsafat mengingatkan kita untuk melambat sejenak—merenung, menimbang, dan berpikir jernih. Sebab tanpa filsafat, ilmu bisa kehilangan arah, dan manusia bisa kehilangan makna.
Dari Yunani Kuno hingga zaman modern, filsafat tetap relevan: sebagai akar ilmu pengetahuan dan sebagai penuntun manusia dalam mencari kebenaran dan kebijaksanaan hidup.
Penulis: Susi Rahmayanti, Mahasiswa Pascasarjana HKI UIN Sultanah Nahrasyiah Lhokseumawe

