Dosen dan Mahasiswa Unimal Raih Prestasi Gemilang dalam Sayembara Cerita Anak Dwibahasa 2025
KOALISI.co – Dosen dan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa tahun 2025.
Pengumuman pemenang tertuang dalam surat resmi Balai Bahasa Provinsi Aceh nomor 0361/I5.1/BS.02.01/2025 yang dirilis pada Selasa (27/05/2025).
Dua dosen dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unimal, Muhammad Iqbal dan Wulada, diumumkan sebagai penulis dan penerjemah terpilih dalam kompetisi tersebut.
Baca Juga: Penambahan Guru Besar Baru, Skala Penelitian Internasional Unimal Semakin Besar
Sementara itu, M. Rafli Al Thoriq Mustafa, mahasiswa program studi Teknik Informatika, berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus.
Muhammad Iqbal dinyatakan menang sebagai penulis dan penerjemah untuk buku berjudul Meriam Karbit. Sedangkan naskah Banta dan Layangan Impian menjadi karya terpilih hasil terjemahan Wulada.
Prestasi membanggakan juga diraih oleh M. Rafli Al Thoriq yang berhasil memenangkan dua kategori sekaligus melalui karya Membuat Kincir Air dan Satu, Dua, Tiga, Mulai!. Kedua buku tersebut ditulis dan diterjemahkannya dari bahasa Melayu Tamiang ke bahasa Indonesia.
Baca Juga: Sukses Gelar Buka Puasa Bersama, IKA Unimal Santuni Anak Yatim dan Silaturahmi Alumni
Menurut Iqbal, kemenangan ini merupakan kali kedua bagi dirinya dan Rafli. “Ini menjadi kemenangan kedua saya dan Rafli setelah sebelumnya pada 2024 kami juga meraih juara dalam sayembara yang sama,” ujarnya.
Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa merupakan program unggulan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kegiatan ini bertujuan melestarikan bahasa daerah melalui literasi anak dan diselenggarakan serentak oleh seluruh balai dan kantor bahasa di Indonesia.
Sebanyak 50 naskah pemenang terpilih melalui proses seleksi ketat oleh para praktisi literasi dan ahli bahasa. Para peserta yang berasal dari penutur asli berbagai bahasa daerah di Aceh diminta menyusun cerita anak yang ramah dan mudah dipahami, dengan dukungan penerjemah dari latar belakang sastra dan bahasa.
Dalam pernyataannya, Rafli menyampaikan pentingnya akses bahan bacaan untuk menumbuhkan minat literasi sejak dini. “Budaya literasi perlu ditanamkan sejak usia dini. Masa kanak-kanak adalah periode emas untuk menumbuhkan kebiasaan membaca,” tuturnya.
Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih dosen dan mahasiswa tersebut.
“Capaian ini semakin memperkuat reputasi Unimal sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang sains dan teknologi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui karya sastra,” pungkasnya.

