Koperasi WUBI Bank Indonesia Kerjasama dengan Koperasi Samudera Mandiri Leupung

Penandatangan ini sendiri dilakukan di sela acara Kitchen Tour yang diadakan oleh WUBI, hadir 78 pelaku UMKM dari Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Sabang dan Lhokseumawe yang diajak berkeliling melihat dan mencoba langsung seluruh mesin yang tersedia di rumah produksi WUBI tersebut.
Sebelum pelaksanaan tour para peserta mendapat brief mentoring singkat dari Tommy Harvie (Founder Harvies Coffee) tentang Tuntas Strategi Pemasaran , Kualitas Produk dan Target Pasar untuk UMKM Naik Kelas.
Nuri Fitria Susanti salah satu peserta Kitchen Tour yang juga selaku Sekretaris Koperasi Samudera Mandiri Leupung mengatakan bahwa kegiatan ini berbeda dengan acara-acara UMKM sejenis selama ini, apalagi konsep yang diberikan oleh teman-teman dari WUBI berbeda dengan pemangku kepentingan lain.
Baca Juga: Bank Indonesia sebut Pangsa Pasar Ekonomi dan Industri Halal di Aceh sangat Besar
"Mungkin karena sesama pelaku UMKM, teman-teman WUBI memahami kebutuhan dan masalah yang selalu kita hadapi selaku pelaku UMKM, semua program yang tadi dipresentasikan benar-benar sesuai kebutuhan dan keinginan kita semua,
"Makanya kami langsung menawarkan kerjasama dan bersedia menjadi salah satu mitra yang akan menggunakan fasilitas yang disediakan," tambahnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Achris Sarwani menjelaskan, Ini adalah kesempatan baik bagi para pelaku UMKM yang sudah/baru memulai bisnis, yang membutuhkan packaging yang lebih menarik, wawasan bisnis terbaru dan yang belum mampu investasi mesin.
Baca Juga: BI: Minim Pasokan Penyebab Harga Cabai Melambung Tinggi di Aceh
“Kami berharap pelaku UMKM bisa memanfaatkan keberadaan fasilitas Koperasi WUBI ini dengan baik, karena bisnis itu tidak cukup bermodal motivasi, action dan tekan, harus dibarengi dengan keilmuwan dan kolaborasi," pintanya.
Acara Kitchen Tour ini juga diisi dengan sesi sosialisasi dan pendaftaran QRIS serta penyerahan doorprize bagi peserta dari Bank Syariah Indonesia Banda Aceh Diponegoro.




Komentar