1. Beranda
  2. Islami

Mengenal Suluk di Dayah Darul Aman Aceh Besar

Oleh ,

KOALISI.co - Dayah Darul Aman tepatnya di Gampong Lampuuk, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, menjadi salah satu lokasi warga Aceh untuk melaksanakan ibadah suluk yang dilaksanakan pada bulan suci Ramadhan.

Suluk merupakan kegiatan berzikir secara terus-menerus untuk mengingat Allah SWT, dengan meninggalkan pikiran dan perbuatan duniawi hanya untuk mendekatkan diri untuk memperoleh keridaan dari Allah. Dan aktivita zikir ismu zat fi qalbi ialah puncak pendekatan kepada Allah dalam ibadah suluk.

Dalam melaksanakan zikir yang dilakukan oleh jamaah suluk, wajah mereka tidak terlihat dengan jelas. Karena, ketika sedang berzikir, mereka telah menutup kepalanya dengan kain sorban atau mukena.

Baca Juga: Pentingnya Berpuasa di Bulan Ramadhan Sebagai Amalan Ibadah

Dan hal itu, merupakan syarat yang harus dilakukan para jamaah suluk agar mereka benar-benar khusyuk berzikir dan mengingat Allah SWT tanpa terganggu dari pandangan di luar.

Pantauan KOALISI.co, jamaah yang mengikuti Suluk berkumpul di sebuah gedung berkonstruksi beton. Dimana, jamaah laki-laki dan perempuan telah dipisahkan oleh pembatas kain.

Diketahui, tepatnya pada bulan suci Ramadhan 1444 Hijiriah tahun 2023 ini, di Dayah Darul Aman yang mengikuti suluk kurang lebih sebanyak 80 jamaah yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Melakukan Ibadah Puasa Ramadhan Adalah Akhlak yang Mulia

Adapun, jamaah suluk yang selesai salat zuhur, mereka langsung duduk bersila dan menutupi kepala. Untuk jamaah laki-laki menutupinya dengan kain sorban, sedangkan untuk jamaah perempuan menggunakan mukena.

Dan hal itu lah yang menandakan mereka hendak melaksanakan tawajuh atau fokus menghadap Allah yang telah menjadi bagian dari ibadah Suluk tersebut.

Teungku Saifullah, Wakil Ketua Yayasan, Dayah Darul Aman mengatakan, selama berzikir jamaah melafalkan Allah di hati tanpa bersuara. Penyatuan dua urat nadi, adalah tanda jemaah memadukan antara seluruh anggota tubuh dan hati.

Baca Juga: Inilah Daerah Terlama dan Tercepat Puasa di Indonesia

Untuk penutupan wajah, lanjut Saifullah, bermakna mereka menghindari nafsu duniawi. Dan teknik ini diharapkan membuat jemaah fokus ke pelafalan zikir dalam kalbu.

"Sehingga mereka benar-benar hanya mengingat Allah dan mengucap nama Allah di dalam hati," terang Teungku Saifullah.

Baca dihalaman selanjutnya>>>

Baca Juga