1. Beranda
  2. Wisata

Mie Bang Sam Sabang, Kuliner Legendaris Bernuansa Tempo Dulu yang Wajib Dicoba

Oleh ,

KOALISI.co – Saat matahari perlahan tenggelam di ufuk barat Pulau Weh dan azan Magrib mulai berkumandang di Sabang, sebuah sudut kota justru mulai hidup. Di tengah meredupnya aktivitas warga, Mie Bang Sam hadir sebagai destinasi kuliner malam yang tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga pengalaman nostalgia yang khas.

Terletak di pusat kota, tepatnya di kawasan Jalan Perdagangan, kedai Mie Bang Sam berdiri sederhana di bawah rindangnya pohon beringin. Lokasi ini menghadirkan suasana yang unik, seolah membawa pengunjung kembali ke Sabang tempo dulu. Berdiri sejak tahun 2003, Mie Bang Sam telah menjadi bagian dari perjalanan kuliner masyarakat setempat selama lebih dari dua dekade.

Duta Wisata Kota Sabang, Humaira, menyebutkan bahwa Mie Bang Sam bukan sekadar tempat makan, melainkan ruang yang menyimpan cerita dan kenangan. “Mie Bang Sam punya daya tarik yang berbeda. Bukan hanya makanannya yang enak, tapi suasananya juga membawa kita seperti kembali ke masa lalu. Ini yang membuat tempat ini selalu dirindukan,” ujarnya, kepada KOALISI.co, Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Cokbang Sabang, Cokelat Ikonik Pulau Weh yang Wajib Dicicipi Wisatawan

Kedai ini mulai beroperasi setelah waktu salat Magrib hingga pukul 02.00 dini hari. Waktu buka yang panjang menjadikannya sebagai salah satu pilihan utama bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menikmati suasana malam Sabang. Udara sejuk khas daerah kepulauan semakin menambah kenyamanan saat menikmati hidangan.

Begitu memasuki area kedai, pengunjung akan langsung merasakan nuansa klasik yang dipertahankan sejak awal berdiri. Meja-meja kayu tua, pencahayaan yang temaram, serta tata ruang sederhana menciptakan atmosfer hangat dan akrab. Suasana ini menjadikan Mie Bang Sam sebagai tempat yang ideal untuk berbincang santai bersama teman maupun keluarga.

Daya tarik utama Mie Bang Sam tentu terletak pada hidangannya. Mie Aceh yang disajikan memiliki karakter rasa yang kuat dan autentik. Tekstur mie yang kenyal berpadu dengan kuah kental yang kaya rempah menjadi ciri khas yang sulit dilupakan.

Sepiring mie khas Mie Bang Sam di Sabang dengan bumbu rempah yang kaya dan cita rasa autentik, menjadi favorit pecinta kuliner malam. dok. Duta Wisata Kota Sabang, Humaira.

Setiap porsi mie menghadirkan perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma rempah yang tajam namun seimbang. Racikan bumbu yang digunakan menjadi rahasia dapur yang terus dijaga kualitasnya hingga kini. Hal inilah yang membuat Mie Bang Sam tetap diminati meski banyak bermunculan tempat makan baru.

Humaira mengungkapkan bahwa pengalaman makan di Mie Bang Sam tidak bisa ditemukan di tempat lain. “Ada rasa yang berbeda ketika makan di sini. Bukan hanya karena bumbunya yang khas, tetapi juga karena suasananya. Duduk di sini seperti sedang menikmati Sabang yang dulu,” katanya.

Ia menambahkan, mie goreng basah menjadi salah satu menu favorit yang banyak dipesan pengunjung. Rasa yang kuat dan tekstur yang pas membuat hidangan ini selalu menjadi pilihan utama.

Baca Juga: Paddleboard di Pulau Weh Jadi Daya Tarik Baru Wisata Sabang, Tawarkan Sensasi Alam dan Estetika Foto

Menjelang tengah malam, suasana di Mie Bang Sam justru semakin ramai. Aroma tumisan bumbu yang harum menyebar ke seluruh area, mengundang siapa saja yang melintas untuk singgah. Tawa dan obrolan hangat para pengunjung menjadi bagian dari suasana yang tidak terpisahkan.

Bagi masyarakat lokal, Mie Bang Sam telah menjadi tempat berkumpul yang penuh kenangan. Sementara bagi wisatawan, kedai ini menawarkan pengalaman berbeda yang tidak hanya tentang kuliner, tetapi juga tentang suasana dan cerita.

Keberadaan Mie Bang Sam juga menjadi bagian dari identitas kuliner Sabang. Di tengah perkembangan zaman, kedai ini tetap mempertahankan konsep sederhana dan autentik tanpa kehilangan daya tariknya.

Suasana kedai Mie Bang Sam di Sabang yang sederhana dan bernuansa tempo dulu, menjadi tempat favorit menikmati kuliner malam khas daerah. dok. Duta Wisata Kota Sabang, Humaira.

Humaira menilai bahwa tempat seperti Mie Bang Sam memiliki nilai penting dalam menjaga warisan budaya kuliner. “Kita perlu menjaga tempat-tempat seperti ini, karena bukan hanya menjual makanan, tetapi juga cerita dan identitas daerah,” ujarnya.

Selain itu, Mie Bang Sam juga memberikan kontribusi terhadap sektor pariwisata di Sabang. Banyak wisatawan yang sengaja datang untuk merasakan pengalaman kuliner malam yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Hingga larut malam, aktivitas di kedai ini tetap berjalan. Kepulan asap dari dapur, suara peralatan masak, serta interaksi antara penjual dan pembeli menciptakan suasana yang hidup di tengah sunyinya malam.

Baca Juga: Kerupuk Mulieng Pidie, Kuliner Tradisional Aceh yang Mendunia dan Kaya Cita Rasa

Bagi siapa saja yang berkunjung ke Sabang, Mie Bang Sam menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan. Lebih dari sekadar tempat makan, kedai ini menawarkan pengalaman yang menyatukan rasa, suasana, dan kenangan dalam satu waktu.

Pada akhirnya, Mie Bang Sam bukan hanya tentang mie yang lezat, tetapi juga tentang bagaimana sebuah tempat sederhana mampu menghadirkan romantika masa lalu yang tetap hidup hingga kini. Di sinilah setiap suapan bukan sekadar rasa, melainkan bagian dari cerita yang terus berlanjut di Kota Sabang.

Baca Juga