Mualem Tunjuk Pon Yaya Sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pase, Gantikan Abu Len yang Wafat
KOALISI.co – Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Zakaria N. Yacob alias Bang Jack Libya, mengonfirmasi bahwa telah dilakukan penunjukan baru untuk mengisi kekosongan kepemimpinan KPA di wilayah Pase, setelah wafatnya sebelumnya yang menjabat, Abu Len.
"Benar, Mualem telah menunjuk Saiful Bahri atau yang lebih dikenal dengan nama Pon Yaya sebagai Ketua KPA Wilayah Samudra Pase untuk melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya dipegang almarhum Abu Len," ujar Zakaria dalam keterangan persnya pada Jumat (6/3/2026) malam.
Menurut Zakaria, keputusan penunjukan ini tidak hanya bertujuan untuk mengisi posisi yang kosong, tetapi juga sekaligus memastikan bahwa roda organisasi KPA di wilayah Samudra Pase dapat terus berjalan dengan baik dan sesuai dengan mandat yang diberikan.
"KPA memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan proses peralihan serta pembangunan di Aceh pasca-perdamaian, sehingga keberlangsungan kepemimpinan yang kuat dan terpercaya sangat diperlukan," tambahnya.
Baca juga: Tangan Dermawan Pon Yaya Sumbang Rp100 Juta Dana Pribadi Bantu Korban Banjir Bandang Aceh Utara
Pemilihan Pon Yaya sebagai penerus Abu Len tidaklah dilakukan secara sembarangan.
Menurut keterangan dari KPA Pusat, sosok yang akrab disapa dengan sandi Tanggy Buloh ini dinilai memiliki pengalaman dan rekam jejak panjang dalam struktur perjuangan maupun organisasi pasca-perdamaian Aceh.
Sebelumnya, Pon Yaya merupakan mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang bertugas di wilayah Samudra Pase.
Selama masa perjuangan, ia pernah memegang sejumlah jabatan strategis dalam struktur GAM, antara lain sebagai Komandan Pasukan Rimueng Tapa, Komandan Kompi A 0015 Daerah II Wilayah Samudera Pase, Panglima Sagoe Tgk Syik di Buloh, hingga menjabat sebagai Komandan Operasi Daerah II Tgk Syik di Cot Plieng Wilayah Samudera Pase. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman yang mendalam tentang kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
Setelah penandatanganan Perjanjian Damai Helsinki tahun 2005, Pon Yaya tidak berhenti berkontribusi bagi Aceh.
Ia aktif terlibat dalam struktur organisasi KPA dan pernah memimpin organisasi tersebut di tingkat sagoe, membuktikan komitmennya terhadap proses pembangunan dan penyelesaian berbagai isu yang dihadapi masyarakat pasca-perdamaian.
Baca juga: KONI Aceh Dilantik, Gubernur Mualem Tekankan Kerja Nyata untuk Kemajuan Olahraga
Selain aktif dalam KPA, Pon Yaya juga memiliki peran penting dalam dunia politik dan olahraga Aceh.
Saat ini, ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh dengan daerah pemilihan Aceh Utara–Lhokseumawe untuk periode 2024–2029.
Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPRA periode 2022–2023, di mana ia berhasil membawa berbagai inisiatif penting bagi kemajuan provinsi Aceh.
Tidak hanya itu, Pon Yaya juga dipercaya untuk memimpin dunia olahraga di Aceh dengan menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh untuk masa bakti 2025–2029.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Aceh, menunjukkan perannya yang strategis dalam membangun kekuatan politik daerah untuk kemajuan bersama masyarakat Aceh.
Dengan berbagai pengalaman dan peran yang telah diembannya, diharapkan Pon Yaya dapat membawa kepemimpinan KPA Wilayah Samudra Pase ke arah yang lebih baik, serta terus berkontribusi dalam mewujudkan Aceh yang damai, sejahtera, dan maju.

