Operasi SAR Aceh 2 Desember 2025; 6 Korban Ditemukan Meninggal dalam Sehari
KOALISI.co – Jumlah warga yang berhasil dievakuasi akibat banjir besar di Provinsi Aceh terus meningkat, pada Selasa (2/12/2025).
Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banda Aceh, dengan dukungan alut serta personel tambahan dari Kantor SAR Tanjung Pinang, masih melakukan upaya penyelamatan secara maksimal di berbagai wilayah terdampak.
Meski kondisi cuaca mulai membaik, tim di lapangan tetap menghadapi kendala berat, terutama akses jalan yang banyak terputus dan jangkauan banjir yang meluas. Situasi ini membuat proses mobilisasi tim SAR harus dibagi ke sejumlah sektor dan diperkuat dengan penambahan personel di titik-titik kritis.
Baca Juga: Jalur Aceh Tamiang-Medan Kembali Normal Pasca Banjir Bandang dan Longsor
Di Kabupaten Aceh Utara, empat tim dikerahkan untuk evakuasi, pencarian korban, dan distribusi logistik di wilayah yang masih terisolasi seperti Matangkuli, Tanah Jambo Aye, dan Baktiya. Di Kecamatan Baktiya, tim mengevakuasi seorang lansia bernama Nurjannah pada pukul 11.00 WIB dalam kondisi sakit di Desa Cot Kumbang.
Pada pukul 13.00 WIB, dua korban banjir, M. Ali (75) dan Ikram bin Haris (29), ditemukan meninggal dunia di Desa Glumpang Samlakoe. Keduanya langsung dibawa ke rumah duka. Sementara itu, korban lainnya, M. Khairi (22), turut ditemukan meninggal di Desa Lhok Bintang Hu, Kecamatan Tanah Jambo Aye.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, dua tim SAR melakukan penyisiran menggunakan perahu LCR di sepanjang Sungai Tamiang, sementara tim lainnya bersiaga di Posko Kantor Bupati Aceh Tamiang untuk mempercepat proses evakuasi dan koordinasi warga terdampak.
Baca Juga: Akses Blangkejeren Kini Bisa Dilalui Mobil, Jalur Babahrot–Tongra–Terangun Dibuka
Di Kota Subulussalam, tim SAR menemukan tiga korban yang hanyut di aliran sungai Kecamatan Sultan Daulat. Ketiganya berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak medis.
Salah satu korban teridentifikasi sebagai Jaslina (40), warga Desa Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara. Dua korban lainnya belum dapat dikenali karena kondisi fisik yang tidak memungkinkan dilakukan identifikasi.
Kepala Kantor SAR Banda Aceh, Al Hussain, menyampaikan bahwa penguatan operasi dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh laporan dapat ditindaklanjuti.
Baca Juga: Update Banjir Aceh Utara: Ratusan Rumah Rusak, Warga Masih Mengungsi di Langkahan
“Personel kami terus berusaha menjangkau wilayah terdampak meskipun banyak akses yang terputus. Dengan dukungan dari Kantor SAR Tanjung Pinang, kami berharap proses evakuasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Hingga rilis ini diterbitkan, total korban yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dalam operasi hari ini berjumlah 7 orang, terdiri dari 1 lansia di Aceh Utara yang dievakuasi dalam kondisi sakit dan 6 korban meninggal dunia, masing-masing 3 di Aceh Utara dan 3 di Subulussalam.
Catatan: Data ini merupakan rekap harian berdasarkan laporan tim di lapangan, bukan akumulasi keseluruhan sejak awal bencana.

