Pariwisata sebagai Upaya Penguatan Konten Lokal

Pariwisata sebagai Upaya Penguatan Konten Lokal

Kelima, KPI dan Lembaga Penyiaran pada level pusat maupun daerah juga perlu menjalin kerja sama lintas sektor, seperti dengan Kementerian Perhubungan; Kementerian Koperasi dan UKM; Kementerian Pariwisata; Pemerintah Daerah; Pekerja Desa Setempat; E-Commerce; Perusahaan Logistik dan Pengiriman Swasta dalam rangka penguatan konten lokal berbasis pariwisata, baik itu dalam bentuk pemberitaan, penyiaran maupun iklan komersial/iklan layanan masyarakat.

Kolaborasi dan kerja sama lainnya juga dapat dilakukan dengan: Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI); Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (ASITA); Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (GAHAWISRI); Asosiasi Kawasan Pariwisata (AKPI); Asosaisi Wisata Alam dan Margasatwa (WISATWARI); Society of Indonesia Professional Convention Organization (SIPCO); Himpunan Pendidikan Tinggi Pariwisata (HILDIKTIPARI); Asosiasi Perusahaan Impresariat Indonesia (ASPINDO); Jakarta Promotion Board (JAKPROM); Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI); Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Kovensi Indonesia (ASPERAPI); Indonesia Air Transport and Travel Association; Asosiasi Perusahaan Agen Penjualan Tiket Penerbangan (ASTINDO); Asosiasi SPA Indonesia (ASPI);

Jakarta Convention Bureau, Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI); Ikatan Ahli Perhotelan Indonesia; Indonesian Subaquatic Sport Association (POSSI); Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI); Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI); Komite Sepeda Indonesia (KSI); Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI); Asosiasi Rekreasi Keluarga Indonesia (ARKI); Indonesia _Creative Cities Network (ICCN).

Keenam, KPI Pusat perlu menyusun regulasi terkait pengaturan khusus konten lokal dan pariwisata, sehingga setiap insan penyiaran di daerah memiliki petunjuk teknis yang jelas terkait dengan pengelolaan konten lokal di daerah, termasuk reward dan punishment nya.

Pada akhirnya, pariwisata harus dipandang sebagai peluang dalam upaya penguatan konten lokal, yang pada hilirnya akan mampu menggeliatkan perekonomian di daerah pasca pandemi lewat peningkatan kontribusi pariwisata, sebagaimana negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, dan Korea Selatan.

Sekaligus juga sebagai upaya menjaga tradisi nenek moyang agar tidak punah, sehingga generasi muda saat ini (Generasi Milenial, Generasi Z, hingga Generasi Alpha) tetap mencintai budaya termasuk makanan lokal kita, yang memang telah ada sejak turun-temurun dari gempuran imperialisme budaya Barat hingga Korean Wave.

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...