1. Beranda
  2. Ekonomi

Petani Cot Girek Terancam Gagal Panen Akibat Hama Wereng dan Anjloknya Harga Gabah

Oleh ,

KOALISI.co – Sejumlah petani di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, kembali menghadapi masa sulit. Selain ancaman gagal panen akibat serangan hama wereng, mereka juga dihantui turunnya harga gabah kering yang belum terkendali.

Pantauan di lapangan, Selasa (2/9/2025), hamparan sawah yang sebelumnya hijau kini tampak menguning. Batang padi terlihat menghitam, sebagian roboh sebelum dipanen, dan banyak bulir padi yang kosong. Kondisi ini membuat hasil panen diperkirakan jauh dari target.

“Sejak awal tanam, padi kami sudah diganggu hama. Disemprot obat pun tidak tertolong. Sekarang paling parah, padinya kering padahal sebentar lagi panen,” ujar Syahrul, petani Cot Girek.

Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak 15 Rumah Warga di Cot Girek Aceh Utara

Menurut Syahrul, para petani meminta pemerintah memastikan harga gabah sesuai ketetapan hingga ke tingkat petani. Ia menegaskan jangan sampai permainan harga merugikan petani yang sudah kesulitan akibat hama.

Selain itu, Syahrul juga berharap pemerintah membuka akses asuransi pertanian agar petani memiliki jaminan ketika gagal panen. Mereka meminta adanya penyuluhan rutin, subsidi pupuk dan pestisida, serta pemantauan intensif terhadap serangan hama wereng.

“Penyebab turunnya produktivitas beras di Aceh Utara salah satunya karena serangan wabah wereng. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan dengan langkah konkret, baik menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani maupun menekan dampak serangan hama,” pungkasnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Kepung Perumahan PTPN IV Cot Girek, Protes Aksi Kekerasan Satpam

Sementara itu, petani lain bernama Muhammad Reza Vahlepi juga mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, musim tanam kali ini menjadi yang terberat karena serangan hama wereng disertai tikus dan burung. Di sisi lain, biaya produksi meningkat akibat mahalnya pupuk dan pestisida.

“Kalau kondisi seperti ini terus, kami bukan hanya gagal panen, tapi juga rugi besar. Modal sudah habis, harga pupuk mahal, sementara harga gabah dikhawatirkan jatuh di bawah Rp6.500 per kilogram,” kata Vahlepi.

Sebelumnya, harga gabah kering di Aceh Utara sempat mencapai Rp7.000 per kilogram. Namun, petani Cot Girek khawatir harga jual semakin ditekan di lapangan, meski pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Kalau harga gabah bisa dijaga stabil, setidaknya kerugian petani bisa ditekan. Jangan sampai dibiarkan, karena pangan daerah juga bergantung pada hasil sawah ini,” tutup Vahlepi.

Baca Juga