1. Beranda
  2. Feature

Pingan Situk Aceh Utara ke Pasar Internasional

Oleh ,

KOALISI.co – Di balik tumpukan pelepah pinang yang kerap diabaikan, limbah pertanian itu kini disulap menjadi produk UMKM bernama “Pingan Situk” atau piring pelepah pinang yang ramah lingkungan  bahkan telah menembus pasar internasional.

Rully, pemuda asal Gampong Sawang, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, yang kini menjadi sosok inspiratif. Kisah Rully bermula pada tahun 2025, ketika Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe menghibahkan sebuah mesin pengolah limbah pelepah pinang.

Mesin itu awalnya tersimpan di gudang kantor desa, nyaris terlupakan. Namun, pascabencana banjir yang melanda wilayah ini, mereka coba untuk bangkit kembali.

Baca Juga: Perempuan-Perempuan Yang Menanam Harapan

“Kami olah limbah itu di rumah produksi, lalu pasarkan lewat konten media sosial. Alhamdulillah banyak dukungan, video kami viral, dan orderan mulai berdatangan,” ujar Rully, pemilik rumah produksi UMKM Pingan Situk kepada KOALISI.co, Sabtu (2/5/2026).

Pelepah pohon pinang yang sebelumnya dianggap tidak berguna dan kerap diremehkan, kini berubah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.

Baca Juga: Menanam Rumah di Ladang Bencana

Dalam proses produksinya, pelepah yang sudah mengering dibersihkan, dibentuk, lalu dipres menggunakan mesin bantuan tersebut. Hasilnya menjadi piring alami yang kuat, estetis, dan ramah lingkungan.

Bahan baku sendiri melimpah. Rully menjelaskan, komoditas pertanian warga Sawang masih didominasi pohon pinang. Dengan begitu, pasokan pelepah tidak pernah bermasalah.

“Selain memproduksi, kami juga membeli pelepah pinang dari warga. Ini bagian dari upaya membantu ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Pesona Agrowisata Kopi Gayo di Aceh Tengah, Surga Healing di Dataran Tinggi dengan Aroma Mendunia

Kehadiran UMKM Pingan Situk tak hanya membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, tetapi juga menghidupkan kembali kearifan lokal.

Menurut Rully, masyarakat Aceh Utara sejak dulu memiliki tradisi menggunakan pelepah pinang sebagai wadah makanan saat kenduri.

Sayangnya, kebiasaan itu tergerus oleh penggunaan piring plastik.

Baca Juga: Tugu Kupiah Meuketop Meulaboh Jadi Ikon Wisata dan Simbol Sejarah Aceh Barat

“Pingan Situk kami angkat sebagai brand lokal yang berbasis identitas sejarah dan kearifan lokal. Kami ingin generasi muda mengenal kembali warisan ini,” jelasnya.

Melalui media sosial, khususnya akun Instagram @Rully_xabian, produk Pingan Situk mulai dikenal luas.

Tak hanya dalam negeri, pesanan pun datang dari luar negeri yaitu negara Malaysia dan Singapura.

Baca Juga: Masjid Putih Lhoksukon Jadi Ikon Baru Wisata Religi Aceh Utara yang Megah dan Modern

Namun, di balik kesuksesan itu, ada juga tantangan. Seperti memproduksi dalam jumlah besar.

“Kendala utama sekarang adalah sulit memproduksi dalam kuantitas besar karena keterbatasan mesin. Kepada konsumen, kami mohon bersabar karena sistem pemesanan masih free order,” tutup Rully.

Baca Juga