1. Beranda
  2. Wisata

Tugu Kupiah Meuketop Meulaboh Jadi Ikon Wisata dan Simbol Sejarah Aceh Barat

Oleh ,

KOALISI.co - Kokoh berdiri di jantung Kota Meulaboh, Tugu Kupiah Meuketop kini tidak hanya menjadi penghias ruang kota, tetapi juga simbol kuat yang merepresentasikan sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Aceh Barat. Monumen ikonik ini semakin dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang wajib dikunjungi saat berada di wilayah pantai barat Aceh.

Dengan desain megah dan artistik, Tugu Kupiah Meuketop mampu menarik perhatian siapa saja yang melintas di pusat kota. Kehadirannya menjadi penanda kebanggaan masyarakat terhadap warisan budaya Aceh yang sarat makna dan nilai perjuangan.

Kupiah meuketop sendiri merupakan penutup kepala tradisional khas Aceh yang memiliki filosofi mendalam. Dalam sejarah Aceh, kupiah ini identik dengan keberanian, kewibawaan, dan kepemimpinan para tokoh pejuang. Salah satu sosok yang sangat lekat dengan simbol tersebut adalah pahlawan nasional Teuku Umar, pejuang asal Aceh Barat yang dikenal gigih melawan penjajah hingga gugur sebagai syuhada.

Baca Juga: Tradisi Kue Keukarah Aceh Barat Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Pembangunan Tugu Kupiah Meuketop menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus mengenang semangat perjuangan Teuku Umar yang masih hidup dalam ingatan masyarakat Aceh hingga saat ini.

Duta Wisata Kabupaten Aceh Barat, Puja Rahma Kusumaningrum, mengatakan bahwa keberadaan tugu tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan monumentaI.

“Tugu Kupiah Meuketop bukan hanya ikon kota, tetapi juga simbol identitas masyarakat Aceh Barat yang menyimpan nilai sejarah, keberanian, dan warisan budaya dari para pendahulu,” ujarnya kepada KOALISI.co, Sabtu (18/4/2026).

Tugu Kupiah Meuketop di pusat Kota Meulaboh tampak dari atas melalui pengambilan gambar drone, memperlihatkan keindahan ikon budaya Aceh Barat dan kawasan sekitarnya. dok. Duta Wisata Kabupaten Aceh Barat, Puja Rahma Kusumaningrum.

Menurut Puja, keberadaan monumen ini juga menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kembali sejarah lokal kepada generasi muda di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

“Anak muda perlu memahami bahwa kupiah meuketop bukan hanya atribut adat semata, tetapi memiliki filosofi mendalam yang berkaitan dengan kepemimpinan dan perjuangan masyarakat Aceh,” katanya.

Lokasinya yang berada di pusat Kota Meulaboh membuat Tugu Kupiah Meuketop sangat mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Kondisi ini turut mendorong meningkatnya aktivitas di kawasan tersebut, baik untuk tujuan wisata, berkumpul bersama keluarga, hingga kegiatan sosial masyarakat.

Baca Juga: Alquran Wangi 700 Tahun di Aceh Barat, Warisan Religi yang Sarat Sejarah dan Misteri

Seiring waktu, fungsi kawasan tugu juga terus berkembang. Tidak hanya menjadi simbol sejarah dan budaya, area di sekitarnya kini menjelma sebagai ruang publik yang ramai dan hidup. Warga memanfaatkan kawasan tersebut untuk bersantai, berolahraga ringan, hingga menikmati suasana kota pada sore hari.

Memasuki waktu senja hingga malam, suasana di sekitar tugu semakin menarik perhatian. Cahaya lampu yang menghiasi monumen menciptakan tampilan estetik dan modern, menjadikannya salah satu spot favorit untuk berfoto. Anak-anak muda kerap menjadikan kawasan ini sebagai tempat berkumpul, sementara wisatawan memasukkannya ke dalam daftar destinasi wajib saat berkunjung ke Aceh Barat.

Puja Rahma Kusumaningrum menilai Tugu Kupiah Meuketop memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata kota berbasis budaya dan sejarah.

Tugu Kupiah Meuketop di pusat Kota Meulaboh tampak dari atas melalui pengambilan gambar drone, memperlihatkan keindahan ikon budaya Aceh Barat dan kawasan sekitarnya. dok Duta Wisata Kabupaten Aceh Barat, Puja Rahma Kusumaningrum.

“Potensi wisata di tempat ini sangat besar. Selain berada di lokasi strategis, nilai sejarah dan budaya yang dimiliki juga menjadi daya tarik utama bagi pengunjung,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keindahan kawasan agar tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan yang datang.

“Pengelolaan dan perawatan kawasan harus terus diperhatikan. Jika dijaga dengan baik, tempat ini bisa menjadi destinasi unggulan yang mampu bersaing dengan objek wisata lainnya,” katanya.

Baca Juga: Motif Bungong Ue, Identitas Kain Khas Sabang yang Sarat Makna Budaya Pesisir

Lebih lanjut, Puja menyebut pengembangan sektor pariwisata perlu terus melibatkan unsur budaya lokal sebagai identitas daerah. Menurutnya, simbol budaya seperti kupiah meuketop harus tetap diangkat agar dikenal lebih luas oleh masyarakat luar.

“Pariwisata bukan hanya soal tempat yang indah, tetapi juga tentang cerita dan identitas daerah. Tugu Kupiah Meuketop menjadi media yang memperkenalkan cerita sejarah Aceh Barat kepada wisatawan,” ujarnya.

Keberadaan Tugu Kupiah Meuketop menjadi bukti bahwa warisan budaya tidak harus tersimpan dalam lembaran sejarah semata. Nilai-nilai tersebut dapat hadir di ruang publik, hidup bersama masyarakat, dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Rujak Kak Eti di Titik Nol Kilometer Sabang, Sensasi Boh Meria yang Legendaris

Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, Aceh Barat menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan perkembangan kota dan sektor pariwisata. Tugu Kupiah Meuketop menjadi simbol kuat bahwa identitas budaya tetap dijaga sekaligus dikemas menjadi destinasi wisata yang menarik dan relevan dengan zaman.

Kini, monumen tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Meulaboh, tetapi juga wajah baru Aceh Barat dalam menyambut wisatawan dari berbagai daerah. Perpaduan antara nilai sejarah, estetika, dan fungsi ruang publik menjadikan Tugu Kupiah Meuketop semakin kokoh sebagai ikon wisata budaya unggulan di Aceh Barat.

Baca Juga