PNA Resmi Berganti Nama Jadi Partai Nusantara Aceh
Ia juga mengajak seluruh kader dan simpatisan menjadikan perubahan nama tersebut sebagai momentum untuk memperkuat soliditas internal sekaligus membangun pola kerja organisasi yang lebih baik.
“Kami mengajak seluruh kader untuk melihat perubahan ini sebagai energi baru. Mari kita bersama-sama membangun organisasi yang lebih kuat, demokratis dan modern, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh,” katanya.
Untuk diketahui, penyerahan SK tersebut merupakan bagian dari proses administrasi hukum atas perubahan nama dan kepengurusan partai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Misbahul Munir Resmi Daftar Calon Ketua Umum PNA periode 2026-2031, Kantongi Dukungan 18 DPW
Dengan terbitnya SK tersebut, Partai Nusantara Aceh resmi menjalankan roda organisasi di bawah kepemimpinan Misbahul Munir alias Rahul sebagai Ketua Umum periode 2026–2031.
Rahul mengatakan, kepengurusan baru akan berupaya menerapkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan demokratis.
“Partai Nusantara Aceh harus menjadi rumah bersama bagi seluruh kader. Kita ingin membangun partai yang modern dalam tata kelola, demokratis dalam pengambilan keputusan, dan nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: PNA Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum Periode 2026-2031, Ini Syarat dan Jadwalnya
Perubahan nama dari Partai Nanggroe Aceh menjadi Partai Nusantara Aceh menjadi penanda dimulainya babak baru perjalanan politik partai tersebut. Setelah Kongres II, kepengurusan periode 2026–2031 kini mulai menyiapkan langkah konsolidasi untuk memperkuat struktur organisasi.
"Dengan pengesahan administrasi hukum tersebut, PNA menyatakan siap memperkuat barisan pengurus dan kader di seluruh Aceh serta mempersiapkan organisasi menghadapi agenda politik dan pembangunan Aceh ke depan," pungkas Rahul.

