Polres Aceh Utara Bongkar Peredaran Obat dan Jamu Palsu, Dua Tersangka Diamankan

KOALISI.co - Satreskrim Polres Aceh Utara berhasil membongkar kasus peredaran obat-obatan dan jamu palsu di wilayah Aceh Utara dan Aceh Timur. Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua tersangka dan sejumlah barang bukti.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Bustani, dan Kasi Humas AKP Bambang dalam Konferensi Pers di Malpolres setempat, pada Kamis (27/2/2024).
"Kedua tersangka yang diamankan adalah MF (32) dan MK (46). Keduanya merupakan warga Gampong Matang Panyang, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara," kata AKPB Nanang.
Baca Juga: Jelang Ramadhan 2025, Stok Sapi dan Kerbau di Aceh Utara Mencapai 6121 Ekor
Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait adanya peredaran obat dan jamu tradisional tidak memiliki izin edar resmi serta tidak diketahui manfaat dan khasiatnya.
Dikatakan Kapolres, kedua pelaku terbukti bersalah dengan berperan sebagai peracik dan penjual obat-obatan serta jamu palsu. Para tersangka menjual produk palsu tersebut ke kios-kios yang tersebar di Aceh Utara dan Aceh Timur
"Saat penangkapan kepada, tersangka di kediamannya polisi menyita berbagai jenis-jenis obat-obatan dan jamu palsu dalam kemasan kopi sachet, jamu dewasa untuk stamina pria beragam merek," jelasnya.
Baca Juga: Pemangkasan Anggaran Rp138 Miliar, Aceh Utara Berada Dipersimpangan
AKBP Nanang Indra Bakti, menambahkan, kepada polisi tersangka mengakui bahwa obat dan jamu merupakan racikan sendiri secara otodidak yang kemudian dikemas ulang dengan label dan merk tiruan yang dirancang sedemikian rupa.
Sementara untuk produk jamu tradisional dan obat herbal yang mereka jual, diperoleh dari sales yang tidak dikenal saat berkeliling ke desa-desa.
"Motif utama para tersangka dalam menjalankan bisnis ilegal ini adalah faktor ekonomi, keduanya tidak memiliki kerja sama satu sama lain, tetapi masing-masing secara mandiri meracik dan mengedarkan produk ilegal ini," ujarnya.
Baca Juga: Diduga Bunuh Diri, IRT di Aceh Utara Ditemukan Tewas Usai Minum Insektisida
Polisi menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli obat-obatan dan jamu tradisional. Pastikan produk yang dikonsumsi memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Selain itu, bagi para pemilik warung atau kios yang merasa telah menjual produk-produk palsu, diharapkan segera menyerahkan produk tersebut kepada pihak kepolisian guna menghindari risiko hukum dan bahaya bagi konsumen.
"Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 435 juncto Pasal 138 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Para tersangka terancam hukuman penjara paling lama 12 tahun atau denda sebesar Rp5 miliar," pungkas Kapolres.
Komentar