1. Beranda
  2. News

PT BSM Buka Ruang Dialog soal Tambang Samadua, Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan dan Libatkan Warga

Oleh ,

KOALISI.co – PT Bersama Sukses Mining (PT BSM) menyatakan menghormati aspirasi masyarakat terkait rencana kegiatan pertambangan di Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk membuka ruang dialog dan memberikan informasi secara terbuka guna mencegah kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan PT BSM sebagai respons atas pertemuan masyarakat yang digelar di Masjid Munawwarah, Samadua, Aceh Selatan, pada 15 Agustus 2026. Pertemuan itu dihadiri sekitar 500 warga dan membahas sejumlah kekhawatiran masyarakat, khususnya terkait potensi banjir serta manfaat keberadaan kegiatan pertambangan bagi daerah dan masyarakat sekitar.

Direktur Utama, PT Bersama Sukses Mining, Zulfikar, mengatakan bahwa pihaknya memahami berbagai kekhawatiran yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, setiap kegiatan usaha, baik pertambangan, perkebunan, industri maupun pembukaan kawasan, memiliki potensi dampak yang harus dikelola secara profesional, terukur dan terencana.

Baca Juga: Bank Indonesia Aceh Gandeng Solusi Bangun Andalas Kelola Limbah Uang Rupiah Jadi Energi Ramah Lingkungan

“Setiap usaha kegiatan, baik pertambangan, perkebunan, industri, pembukaan kawasan atau apa pun pasti menimbulkan dampak. Apabila semua kegiatan dilakukan secara profesional, terukur dan terencana, maka dampak tersebut dapat dikendalikan seminimal mungkin dan dapat memberikan manfaat bagi daerah maupun masyarakat setempat,” ujar Zulfikar, dalam keterangan Senin (18/8/2026).

Ia mengatakan manfaat kegiatan usaha juga dapat dirasakan melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pembukaan lapangan kerja serta mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Menurut Zulfikar, Aceh Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, sementara pendapatan daerah masih perlu terus ditingkatkan. Karena itu, menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan memperhatikan aspek hukum, lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Solusi Bangun Andalas Perkuat Kesiapsiagaan Bencana dan Edukasi Lingkungan

Terkait kekhawatiran mengenai banjir, longsor dan bencana lainnya, Zulfikar menyebut perusahaan memahami keresahan masyarakat. Namun, ia mengajak seluruh pihak melihat persoalan tersebut secara objektif dan berdasarkan data.

“Kami dari pihak perusahaan sangat memahami kekhawatiran masyarakat mengenai bencana yang terjadi selama ini seperti longsor, banjir dan sebagainya. Tetapi tidak serta-merta itu akibat kegiatan pertambangan. Kami mengajak untuk berpikir secara objektif mengenai kondisi tersebut serta manfaat yang akan diterima masyarakat, perusahaan maupun daerah,” katanya.

Zulfikar menegaskan, pengelolaan kegiatan usaha harus disertai pemantauan dan pengendalian dampak lingkungan secara berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan yang baik menjadi bagian penting agar potensi dampak dapat ditekan seminimal mungkin.

PT BSM juga menjelaskan bahwa perusahaan telah memperoleh sejumlah perizinan dan dokumen sesuai tahapan yang disebut telah dipenuhi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Baca dihalaman selanjutnya >>>

Baca Juga