Puasa Jangan Tidur Saja

Foto: ist

KOALISI.co - Kita harus akui memang pada titik tertentu, kita akan merasa sangat lelah ketika berpuasa. Apalagi jika kita baru saja mengerjakan hal-hal berat dan berulang-ulang. Tentu ditambah lagi dengan perut yang lapar.

Saya sendiri sering mengalami kondisi itu pada jam-jam tertentu. Seperti pada hari menjelang siang, terlebih lagi pada saat menjelang berbuka. Perut terasa dililit dan salah satu cara untuk melupakannya adalah dengan tidur.

Tapi tentu puasa jangan tidur saja. Ada jam-jam tertentu dimana kita memang harus beristirahat. Saya biasa beristirahat total seusai salat zuhur. Ketika hari libur, saya bahkan bisa tidur hingga 4 jam setelah itu, sehingga ketika bangun saya menjadi sangat segar bugar.

Baca Juga: Manfaat Makan Kurma di Waktu Sahur dan Berbuka Puasa

Begitu pula ketika malam tiba, saya akan tetap berusaha tidur tidak terlalu larut, karena akan berdampak pada kesehatan saya secara langsung. Seperti flu, mata berat dan badan menjadi tidak bertenaga.

Padahal sebagaimana kita ketahui berulang-ulang, bahwa puasa adalah bulan penuh rahmat, ampunan dan dijauhkan dari api neraka. Dalam konteks keduniawian, saya mengartikan rahmat sebagai bentuk kelapangan dan kemudahan dalam mencari rezeki, ampunan dimana kita dapat lebih fokus dalam hal ibadah serta beramal saleh, sehingga dijauhkan dari api neraka. Terkhusus untuk poin rahmat, saya menganalogikannya sebagai berikut:

Pada umumnya, waktu bekerja mulai dari pukul 08.00 pagi sampai dengan 16.00 sore. Ketika berpuasa, maka jam kerja tersebut dipangkas menjadi dari jam 08.00 pagi hingga 15.00 siang. Hal ini menunjukkan, bahwa sebenarnya kita masih memiliki banyak waktu.

Baca Juga: Puasa dan Tumbuhnya Rasa Empati

Baik itu sembari menunggu berbuka, seusai melaksanakan tarawih dan witir, dan/atau seusai menunaikan sahur. Kita dapat menyelesaikan pekerjaan kita yang selama ini tertunda pada waktu-waktu tersebut. Sehingga, kita dapat mengisi waktu luang dengan tetap melakukan hal-hal yang produktif. Alhasil, setiap pekerjaan kantor kita selesai, meskipun kita sedang berpuasa.

Wal akhir, puasa bukanlah bulan hibernasi, dimana kita akan terus tidur hingga musim semi tiba. Pun, bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan berpuasa, seperti membeli menu berbuka dan/atau bahan pokok untuk santap sahur, jika kita enggan bekerja dengan dalih puasa. Wallahu alam bishshawab.

Semoga bermanfaat.

Komentar

Loading...