1. Beranda
  2. News

Ratusan Warga Julok Aceh Timur Orasi di Jalan, Tuntut Banjir Ditetapkan Bencana Nasional

Oleh ,

KOALISI.co – Ratusan masyarakat Julok Aceh Timur menggelar aksi orasi di Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, tepatnya di depan SPBU Kuta Binjei, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (16/12/2025) siang.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan atas penanganan bencana banjir yang dinilai lamban dan tidak menyentuh akar persoalan.

Dalam aksi tersebut, massa membawa berbagai alat peraga seperti karton berisi tuntutan, bendera putih, serta bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi, menutup sebagian badan jalan nasional dan menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Baca juga: Berdiri Bersama Rakyat, Ulama Aceh Tekankan Presiden Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera

Salah satu warga yang turut berorasi, Zainun, menyampaikan bahwa bencana banjir yang melanda Aceh harus segera ditetapkan sebagai bencana nasional. Menurutnya, penetapan tersebut tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus menjadi jalan penyelamatan masa depan rakyat Aceh.

“Bencana banjir Aceh harus ditetapkan sebagai bencana nasional. Namun bukan hanya sebatas status, melainkan sebagai upaya nyata untuk menyelamatkan masa depan rakyat Aceh,” katanya dalam orasi.

Zainun menegaskan bahwa banjir yang terjadi bukanlah banjir biasa. Bencana tersebut telah merampas nyawa, menghancurkan harta benda, serta melumpuhkan perekonomian masyarakat secara menyeluruh.

Baca juga: Pemerintah Aceh Desak Pusat Permudah Izin Bantuan Internasional untuk Korban Bencana

“Ini bukan banjir biasa. Ini banjir yang merampas nyawa, menghancurkan rumah, dan membuat ekonomi masyarakat lumpuh total,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas bencana tersebut, terutama terkait maraknya aktivitas illegal logging yang diduga menjadi penyebab utama banjir bandang.

“Gelondongan kayu bernomor menghancurkan rumah kami. Siapa pelaku dan siapa yang harus bertanggung jawab atas semua ini?” katanya.

Baca juga: Gelar Zikir dan Maulid, Wali Nanggroe Dorong Solidaritas Nasional Hadapi Bencana Aceh

Dalam orasinya, Zainun mengungkapkan bahwa ratusan warga Aceh telah meninggal dunia akibat bencana tersebut. Selain itu, belasan ribu warga terpaksa mengungsi dan kehilangan kampung halaman serta tempat tinggal mereka.

Warga Aceh Timur menggelar aksi orasi di Jalan Nasional Medan–Banda Aceh, depan SPBU Kuta Binjei, menuntut banjir Aceh ditetapkan sebagai bencana nasional, Selasa (16/12/2025). dok. KOALISI.co.

“Kami hanya meminta hak sebagai warga negara Indonesia. Bencana ini tidak bisa ditangani sendiri oleh daerah. Kami butuh bantuan internasional serta penanganan yang cepat dan berkelanjutan,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Satgasus Swasembada Ketahanan Pangan Aceh Kabupaten Aceh Timur, Chairul Anwar yang akrab disapa Alex, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap sikap negara dalam menangani bencana banjir di Aceh.

“Kami seperti tidak punya negara. Walaupun demikian, kami tetap bergerak mandiri mengumpulkan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya.

Alex menilai negara sangat lamban dalam merespons dan menangani bencana, sehingga masyarakat dibiarkan terlalu lama hidup dalam penderitaan.

“Kami melihat negara sangat lamban, bahkan terkesan membiarkan masyarakat menderita terlalu lama,” katanya.

Dalam pernyataan yang lebih keras, Alex menegaskan bahwa apabila negara tidak mampu menangani bencana banjir di Aceh secara serius dan menyeluruh, maka aspirasi kemerdekaan kembali menguat di tengah masyarakat.

“Kalau negara Indonesia tidak sanggup menangani bencana banjir Aceh, maka biarkan kami merdeka,” pungkas Alex.

Aksi orasi berlangsung tertib. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi sambil menunggu respons dari pemerintah terkait tuntutan yang mereka sampaikan.(*)

Baca Juga